Sabtu, 04 Juli 2020

Pengantar Web Science PT.4

Perusahaan yang memiliki Hak Cipta
Sony Music Entertainment Inc. adalah perusahaan musik global yang dimiliki sepenuhnya oleh Sony Corporation of America. Berdirinya Sony Music berawal pada tahun 1929 yang pada saat itu masih bernama American Record Corporation yang kemudian berganti nama menjadi Columbia Recording Corporation pada tahun 1938. Perusahaan ini selanjutnya diakuisisi oleh CBS yang berdampak merombaknya perusahaan menjadi CBS Records pada tahun 1966. Sony Music Entertainment (SME) sendiri berdiri pada tahun 1991 pada saat Sony Corporation of America membeli CBS Records pada tahun 1987. Selanjutnya pada tahun 2004, SME merger dengan Bertelsmann Music Group untuk membentuk Sony BMG Music Entertainment yang saat ini menjadi salah satu perusahaan rekaman terbesar di dunia.

Pada tanggal 5 Agustus 2008 Sony menyetujui untuk mengakuisisi 50% saham Bertelsmann di Sony BMG. Pada akhirnya SME merupakan anak perusahaan utuh dari Sony Corporation of America. Usaha untuk mengembangkan bisnis rekaman musik yang dijalani SME tidak hanya berhenti sampai di situ. Pada tanggal 1 Juli 2009 SME dan IODA mengumumkan  strategi kemitraannya secara global dengan menggabungkan jaringan distribusinya secara online ke seluruh dunia dengan teknologi yang canggih. Dengan ini SME mendukung label independen dan hak cipta musik bagi para pencipta karya musik.

Pada bulan Maret 2010, Sony Corp menjalin kerjasama dengan The Michael Jackson Company dengan nilai kontrak lebih dari 250 juta dollar yang menjadi kesepakatan terbesar sepanjang masa. Selain itu, keluarga Verschoyle-King menjadi pemegang saham mayoritas pada tahun yang sama. Di Indonesia sendiri SME berada di bawah naungan Sony Music Entertainment Indonesia sejak tanggal 1 Januari 1980 dan menjadi perusahaan rekaman terbesar di Indonesia. Beberapa artis di bawah payung SME antara lain Allicia Keys, Carrie Underwood, Dry the River, Ke$ha, Ciara dan beberapa penyanyi serta grup musik lainnya. Di samping itu, Sony Music Entertainment Indonesia telah mengorbitkan beberapa penyanyi dan grup musik seperti Cokelat, Superman Is Dead, Gita Gutawa, Nindy, The Changcuters, Sheila on 7, Duo Maia, Cinta Laura, Anggun C. Sasmi dan masih banyak lagi.

 Pelanggaran Hak Cipta



Dunia hiburan Indonesia kembali dihebohkan oleh kasus dugaan pelanggaran hak cipta. Via Vallen terekam sedang menyanyikan lagu Sunset di Tanah Anarki karya grup musik dari Bali, SID. Jerinx, personil SID menyatakan di media sosial bahwa dia menegur Via Vallen karena tak mau hal yang sama terulang kembali. Jerinx merasa dirugikan dengan adanya komersialisasi dari rekaman Via Vallen tersebut.   Hal tersebut membuat kita menjadi kembali bertanya-tanya mengenai apa saja sebenarnya hak yang dimiliki oleh seorang penyanyi atau musisi. Hak tersebut sebenarnya berada di bawah naungan hak cipta, namun sering disebut dengan istilah berbeda dengan frasa related right alias hak terkait. Kami hendak membahas mengenai hal tersebut, khususnya menggunakan kacamata dan peristilahan yang ada di dalam industri yang bersangkutan. Berikut uraian lengkapnya di bawah berikut ini.  
1.    Hak Mekanikal.
Mechanical right merupakan hak eksklusif pemegang hak cipta yang diberikan kepada label atau perusahaan rekaman untuk melakukan penggandaan mekanikal komposisi musik, lagu, atau album rekaman yang nantinya akan diedarkan ke pasaran. Penggandaan dilakukan melalui media rekaman fisik.  
2.    Hak Penggunaan Master.
Hak ini bermakna bahwa hak atas rekaman asli yang telah dibuat, baik atas salah satu bagian rekaman, maupun atas seluruh bagian rekaman. Hak ini dipegang oleh label rekaman atau studio. Oleh karena itu, jika hendak menjual rekaman maka butuh lisensi terlebih dahulu dari label rekaman atau studio yang bersangkutan.  
3.    Hak Sinkronisasi.
Hak ini adalah hak ekslusif bagi pemegang hak cipta untuk karyanya digunakan dalam kebutuhan komersial, misalnya iklan, jingle, dan lain sebagainya.  
4.    Hak Transkripsi Elektrikal.
Hak ini adalah hak bagi pemegang hak cipta untuk memberikan lisensi untuk karyanya digunakan dalam media transkripsi elektrik. Contoh penggunaan hak ini ada pada media computer dan video game.
5.    Hak Cetak.
Hak ini adalah hak ekslusif bagi pemegang hak cipta untuk untuk mengeluarkan izin mencetak karya musik ke dalam bentuk buku, majalah, atau materi cetakan lainnya. Contoh aplikasi hak ini ada pada penerbitan buku notasi musik yang menggunakan karya si pemegang hak cipta.   Hak Grand Hak ekslusif bagi pemegang hak cipta untuk mengeluarkan izin atas karya musik untuk digunakan dalam pertunjukan seni seperti drama, teater, opera, dan lain sebagainya. Yang menarik adalah penggunaan istilah hak ekslusif. Hak ekslusif adalah hak yang semata-mata diperuntukkan bagi pemegangnya sehingga tidak ada pihak lain yang boleh memanfaatkan hak tersebut tanpa izin pemegangnya.



Daftar Pustaka



Senin, 06 April 2020

Pengantar WEB SCIENCE PT.2


Sistem Operasi dalam Web
Web (web-based operating system) merupakan salah satu jenis sistem operasi terkini yang memanfaatkan kemampuan jaringan dan bahasa pemrograman internet dalam me-render sebuah sistem operasi pada website. Istilah WebOS mulai dikenal sejak tahun 1999 dan sejak itu layanan ini mulai diterapkan pada beberapa perusahaan besar. Sistem operasi berbasis web juga diyakini akan mampu menggeser kepopuleran sistem operasi masa kini.

Keuntungan menggunakan Sistem operasi berbasis web:
A. Data yang disimpan dalam sistem operasi jenis ini dapat diakses dari mana saja dari seluruh dunia.
B. Data yang disimpan juga dapat diakses oleh orang lain pada saat yang sama (multiple file sharing)
C. Sangat berguna apabila kita sering mengakses internet dari warung internet namun sistem operasi yang digunakan tidak familiar.
D. Sebagian besar sistem operasi berbasis web menyediakan fasilitas enkripsi khusus untuk setiap pelanggannya apabila mereka hendak menyimpan file-file mereka di sini.
E. Anda tidak perlu direpotkan tentang masalah instalasi software ataupun update-nya karena sistem operasi berbasis web telah menyediakannya untuk anda.
F. Sistem operasi berbasis web aman dari virus dan threat jahat lainnya.
G. Tidak diperlukan pengetahuan mendalam tentang sistem operasi untuk menggunakan sistem operasi berbasis web.

Kerugian menggunakan sistem operasi berbasis web:
A. Karena berbasis web, sistem operasi ini hanya akan efektif penggunaannya melalui akses internet. Besarnya volume data seringkali menyebabkan beberapa sistem operasi virtual mengalami crash/hang, disamping akses ke desktop yang juga lambat.
B. Data yang disimpan dalam ruang virtual sistem operasi dapat sewaktu-waktu hilang apabila sistem operasi yang bersangkutan menghilang dari dunia maya.
C. Ada beberapa sistem operasi yang menggunakan elemen flash untuk desktop environment dan navigasinya sehingga cukup menyulitkan pengguna yang kurang begitu memahami karakteristik elemen flash.
D. Tidak semua aplikasi berjalan secara lancar. Ada beberapa aplikasi yang mungkin akan mengalami lag/crash dalam penggunaanya mengingat sistem operasi jenis ini juga dipengaruhi oleh jenis browser yang digunakan.
E. Minimnya jenis aplikasi yang kompatibel dengan sistem operasi berbasis web yang bersangkutan.

Beberapa contoh Sistem Operasi berbasis web :
1. CymOS (cymos.com)
cmyOS menawarkan desktop/sistem operasi online gratis untuk semua pengguna internet. Berbasiskan komunitas open source, cmyOS bekerja untuk menghasilkan aplikasi unggulan yang akan memberikan pengalaman online baru untuk developer dan browser.
2. Desktoptwo (desktoptow.com)DesktopTwo adalah sebuah desktop online gratis yang dikembangkan oleh Sapotek dimana memiliki tampilan, karakteristik, dan fungsi layaknya desktop biasa dalam suatu system operasi.
3. G.ho.st (www.g.ho.st/home)
G.ho.st Inc dibangun pada tahun 2006 untuk mengembangkan “Global Hosted Operating System”, sistem operasi berbasis web yang diyakini paling diakui di dunia. G.ho.st mengintegrasikan semua aplikasi software berbasis web ke dalam komputer virtual gratis., dengan mempersembahkan sebuah desktop web, sistem file online tunggal, satu account, berbagi, dan kolaborasi dari semuanya. Untuk setiap orang yang menginginkan aktifitas berkomputer pribadi mereka menjadi mobile, G.ho.st Virtual Computer (VC) mempersembahkan sesuatu alternatif nyata untuk pengguna Windows – sebuah perangkat komputer pribadi lengkap yang disimpan dalam web dan dapat diakses dari banyak web browser.
4. Jooce (jooce.com)
Jooce sangat canggih, desktop online privat – dengan kemampuan berbagi file untuk publik. Sngat aman, ruang online untuk menyimpan file, dapat mendengarkan, melihat, dan berbagi dengan teman anda tentang file-file anda, foto, musik, dan video-video koleksi anda.

Jenis-jenis Web
Web Hosting
Web hosting adalah layanan online untuk mengonlinekan website atau aplikasi web di internet. Ketika Anda membeli dan mendaftar di suatu layanan hosting, pada dasarnya Anda sedang meminjam space di server, tempat menyimpan semua file dan data yang dibutuhkan oleh website agar dapat bekeja sepenuhnya.
Server merupakan komputer fisik yang dijalankan tanpa adanya interupsi sehingga website Anda bisa diakses kapan saja oleh siapa pun. Web host bertugas untuk menjaga server agar tetap aktif dan berjalan, mengamankannya dari serangan cyber berbahaya, dan memindahkan konten (teks, gambar, file) dari server ke browser pengunjung situs Anda.
Jika ingin membuat website, maka langkah paling pertama yang harus dilakukan adalah mencari perusahaan hosting yang menyediakan space server. Web host menyimpan semua file, aset, dan database pada server. Ketika seseorang mengetikkan nama domain ke kolom address browser, host akan mentransfer semua file yang dibutuhkan untuk menyelesaikan request.
Pada dasarnya, cara kerja web hosting hampir sama ketika Anda hendak menyewa rumah. Anda harus membayar biaya sewa setiap bulan agar server bisa berfungsi penuh.
Untuk meminimalkan risiko, setiap paket hosting di Hostinger menawarkan jaminan uang kembali dalam 30 hari sejak masa pembelian sehingga Anda bisa mencoba terlebih dulu layanannya, apakah sesuai kebutuhan atau tidak. Bahkan Anda juga bisa melirik paket single kami yang didesain secara khusus untuk web atau blog sederhana. Apabila nantinya website semakin berkembang dan traffic semakin ramai, maka Anda bisa melakukan upgrade ke paket hosting yang kapasitasnya lebih besar.
Jika ingin menggunakan layanan kami, Anda tidak perlu menguasai bahasa teknis pemrograman untuk mengelola situs. Akun hosting Hostinger telah dilengkapi antarmuka pengguna grafis sehingga Anda dapat mengelola setiap aspek yang ada di website Anda. Sebagai contoh, Anda bisa upload HTML dan file lainnya ke server, install sistem manajemen konten seperti WordPress, mengakses database, dan membackup situs Anda.
Walaupun platform hosting cPanel banyak digunakan web host, bagi sebagian user yang minim pengetahuan teknis, penggunaan tool canggih ini sedikit memusingkan. Karena itulah, tim kami membuat control panel sendiri bagi para pengguna Hostinger. Control panel Hostinger memiliki user interface yang menarik dan intuitif serta mudah digunakan, bahkan bagi para pemula di dunia hosting. Hingga saat ini, control panel Hostinger sudah membantu klien kami dalam mengelola dan mengembangkan semua aspek di akun hosting tanpa hambatan.
Selain menyediakan server space untuk website, penyedia web hosting juga menawarkan layanan lain terkait manajemen website, seperti:
·         Sertifikat SSL (untuk mengamankan situs dengan menggunakan protokol https://)
·         Hosting email
·         Page builder
·         Tool developer
·         Layanan bantuan pelanggan (bisa melalui live chat)
·         Backup website yang otomatis
·         One-click software install (misalnya, untuk WordPress atau Drupal)
Jenis-jenis Web Hosting
Masing-masing penyedia jasa web host menawarkan jenis hosting yang berbeda agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan klien. Berikut contoh hosting yang sering digunakan:
·         Shared Hosting
·         VPS (Virtual Private Server) Hosting
·         Cloud Hosting
·         WordPress Hosting
·         Dedicated Server Hosting

Web Security
Web Security adalah istilah untuk mengatasi berbagai macam serangan atau attack dalam teknologi internet atau website. Ada banyak jenis dari serangan yang dilakukan oleh penjahat dunia maya "Cracker", seperti XSS, SQL Injection atau CSRF.
Web Security adalah keamanan untuk sebuah web atau tata cara mengamankan aplikasi web yang di kelola, biasa nya yang bertanggung jawab melakukan nya adalah pengelola aplikasi web tersebut. Berbicara mengenai masalah yang berkaitan dengan keamanan di dalam era digital tidak lepas dari 3 prinsip utama yaitu : Confidentiality, Integrity, dan Availability atau lebih dikenal dengan nama CIA. Sama halnya ketika bergelut dengan keamanan (security) sebuah website, princip CIA sudah selayaknya dijadikan pedoman yang harus dipahami apabila ingin website kita lebih aman dan sulit untuk diserang.
CONFIDENTIALITY. Confidentiality memiliki makna bahwa data-data ataupun informasi-informasi yang berada di dalam sebuah website hanya dapat di baca atau di akses oleh orang-orang yang memang memiliki kewenangan untuk mengaksesnya. Dalam era konsep Web 2.0 yang sedang berkembang beberapa tahun belakangan ini, sangat memungkinkan sebuah website untuk dapat memiliki lebih dari satu administrator. Contohnya adalah WordPress engine.Idealisme Web 2.0 yang dapat mengajak siapa pun menjadi kontributor artikel-artikel di dalam sebuah website, membuat siapa pun dapat mengakses halaman administrator untuk memberikan kontribusinya baik dalam bentuk artikel maupun manajemen. Hal ini sangat berbahaya mengingat pada halaman administrator kita dapat mengedit file-file yang menjadi theme dari website yang bersangkutan. Dalam kasus WordPress, untuk mengantisipasi tangan-tangan jahil orang yang tak dikenal, developer WordPress sendiri telah mengantisipasi hal ini dengan cara membuat role-role dari setiap user yang dimiliki. Sebagai contoh, Role selain administrator tidak dapat mengubah theme dan/atau plugin website yang bersangkutan. Sehingga tidak mungkin pengubahan theme dilakukan oleh user selain administrator. Lebih lengkap mengenai fitur-fitur yang dapat diakses oleh role-role user dapat dilihat di artikel: Perbedaan Role pada WordPress. Dengan pembagian Role seperti ini data ataupun informasi seperti list user-user hanya akan dapat dilihat oleh sang administrator sedangkan profile user dapat di akses oleh masing-masing user. Dengan demikian tingkat keamanan dapat dikatakan semakin tinggi.
INTEGRITY. Integrity memiliki pengertian data-data yang berada didalam server atau website hanya dapat diubah ataupun di delete oleh orang yang memiliki kewenangan untuk melakukan hal itu. Sebagai contoh proses transfer dari server ke client atau sebaliknya (dapat berupa upload maupun download), ternyata mengubah file yang sedang di transfer tersebut, hal ini mengindikasikan bahwa sebuah aplikasi website yang sedang digunakan tidak aman (insecure). Sama halnya jika ada serangan sebuah virus yang dapat mengubah sebuah file, entah itu mengubah nama ataupun isinya. Terkadang user dengan Role yang lebih rendah dari administrator dapat (dengan cara tertentu, termasuk didalamnya karena ketidaksengajaan) melakukan hal ini sekalipun ia tidak dapat mengakses data yang sedang diubah ataupun dihancurkan itu. Tindakan ini terkadang adalah tindakan yang memang tidak di sengaja oleh user tersebut, namun tetap terjadi diakibatkan karena adanya error dalam applikasi web yang sedang digunakan. Untuk membuat website menjadi lebih aman, hal ini tentunya harus dihindari. Salah satunya adalah dengan mengaplikasikan salah satu proses yang wajib ada dalam sebuah proses software engineering yaitu proses testing. Proses testing ini dibagi menjadi dua yaitu: – Black box testing – White box testing Secara sederhana black box testing adalah mengetes aplikasi yang diperuntukkan oleh user yang memang mengakses website tersebut (act like enduser -bertindaklah sebagai seorang user/pemakai). Sedangkan untuk whitebox testing mengkhususkan diri kepada testing fungsi-fungsi yang telah ditulis dalam bahasa pemrograman tertentu (PHP, Perl, ASP, Javascript, dan lain sebagainya). Testing-testing ini dibagi menjadi tiga test berdasarkan input aplikasi atau fungsinya, yaitu test dengan menggunakan input value: Yang memang dikehendaki Pas diperbatasan Di luar batasan Apabile memang terdeteksi error dari testing ini sebaiknya segera diperbaiki sebelum error ini ditemukan oleh hacker yang kemudian digunakannya untuk mengeksploit website kita.
AVAILABILITY. Jika confidentiality bermakna hanya user yang memiliki kewenangan yang dapat melihat data tertentu yang tersimpan didalam sebuah server atau website, availability memiliki makna bahwa website harus dapat diakses jika user ingin meggunakannya. Memang terkesan membingungkan dan tidak berbeda dengan prinsip pertama, namun kedua prinsip ini sangat jauh berbeda dikarenakan dilihat dari dua sudut pandang yang memang berbeda. Availability hanya menekankan kepada dapat diaksesnya sebuah website. Mengenai siapa yang dapat mengaksesnya itu telah dicover oleh prinsip confidentiality. Jika sebuah website dapat diakses tanpa adanya error, itu berarti website tersebut telah memenuhi prinsip availability ini. Hal ini memiliki makna bahwa sebuah website haruslah dapat diakses apabila memang dibutuhkan, dengan kata lain versi yang lebih mudahnya adalah, website harus available 24 jam 7 minggu (24/7). Website yang terkena serangan seperti DoS (Denial of Service) yang berarti menolak untuk memberikan service kembali dikarenakan traffic yang sangat padat sehingga membuat server menjadi down, memberikan bukti bahwa keamanan website tersebut telah jebol. Sebuah website yang aman haruslah dapat mengantisipasi adanya serangan-serangan yang membuat website tidak beroperasi dikarena server yang digunakan telah down. Selain DoS ada juga Buffer Overflow yang membuat applikasi web tidak dapat bekerja, atau bahkan masalah kelebihan pemakaian bandwidth yang cenderung dilupakan karena lupa untuk mengkalkulasi target user dari hadirnya sebuah wesbite. Selain itu masalah kualitas perangkat-perangkat keras yang digunakan termasuk perangkat-perangkat lunak seperti Operating System ataupun driver-driver agar perangkat keras tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya, juga harus mendapatkan prioritas yang tinggi. Kegagalan sebuah perangkat lunak ataupun keras dapat membuat website tidak dapat diakses atau dipergunakan sesuai dengan yang diharapkan.




Daftar Pustaka
Wijaya, S., and Wayan Gede Suma. "Penerapan web service pada aplikasi sistem akademik pada platform sistem operasi mobile android." Teknik Informatika, STIKOM PGRI Banyuwangi (2012).
WIJAYA, S.; SUMA, Wayan Gede. Penerapan web service pada aplikasi sistem akademik pada platform sistem operasi mobile android. Teknik Informatika, STIKOM PGRI Banyuwangi, 2012.
Garfinkel, Simson, and Gene Spafford. Web security, privacy & commerce. " O'Reilly Media, Inc.", 2002.


Minggu, 22 Maret 2020

Pengantar WEB SCIENCE


Sejarah Web
Sejarah web menjadi awal dari terbentuknya web service. Penemu situs web adalah Sir Timothy John ¨Tim¨ Berners-Lee, sedangkan situs web yang tersambung dengan jaringan pertama kali muncul pada tahun 1991. Tujuan dari Tim ketika merancang situs web adalah untuk memudahkan tukar menukar dan memperbarui informasi pada sesama peneliti di tempat ia bekerja. Pada tanggal 30 April 1993, CERN (tempat dimana Tim bekerja) mengumumkan bahwa WWW dapat digunakan secara gratis oleh publik. Situs web biasanya ditempatkan pada server web. Sebuah server web umumnya telah dilengkapi dengan perangkat-perangkat lunak khusus untuk menangani pengaturan nama ranah, serta menangani layanan atas protokol HTTP yang disebut sebagai Server HTTP, seperti Apache HTTP Server, atau Internet Information Services (IIS).

Pengertian Web
Website adalah fasilitas internet penghubung dokumen dalam lingkup lokal maupun jarak jauh. Dokumen pada website disebut dengan web page sementara link dalam website memungkinkan pengguna bisa berpindah dari satu page ke page lain (hyper text), baik diantara page yang disimpan dalam server yang sama maupun server diseluruh dunia. Pages diakses dan dibaca lewat browser seperti Netscape Navigator, Internet Explorer, Mozila Firefox, Google Chrome dan aplikasi browser lainnya.
Website juga adalah kumpulan halaman web yang saling terhubung dan file-filenya saling terkait satu sama lain. Web terdiri dari page/halaman, dan kumpulan halaman yang disebut homepage. Homepage berada pada posisi teratas, dengan halaman-halaman terkait yang berada di bawahnya. Biasanya setiap halaman di bawah homepage disebut child page, yang berisi hyperlink ke halaman lain dalam web.

Perkembangan Web
Perkembangan Teknologi Sebelum Web 3.0

Web 1.0
Istilah Web 1.0 sebenarnya merupakan retronim, maksudnya istilah ini tidak ada sebelum booming-nya era Web 2.0 pada tahun 2004. Ciri-ciri Web 1.0 adalah sebagai berikut :
1.      Web pages bersifat statik, di mana website hanya bersifat “read-only” sehingga terjadi komunikasi satu arah. Pembaca hanya dapat menerima informasi, tanpa berpartisipasi dalam memberikan infromasi.
2.      Penggunaan frameset, yaitu tampilan beberapa buah web page dalam satu window.
3.      Penggunaan tag HTML seperti <blink> dan <marquee>
4.      Adanya fitur buku tamu online
5.      Penggunaan button dengan format GIF, biasanya 88 x 31 untuk promosi produk.
Web 2.0
Istilah Web 2.0 diperkenalkan oleh Darcy DiNucci dalam artikelnya yang berjudul “Fragmented Future”, yaitu [7]: “The Web we know now, which loads into a browser window in essentially static screenfulls, is only an embryo of the Web to come. The first glimmerings of Web 2.0 are beginning to appear, and we are just starting to see how that embryo might develop. The Web will be understood not as screenfulls of text and graphics but as a transport mechanism, the ether through which interactivity happens. It will [...] appear on your computer screen, [...] on your TV set [...] your car dashboard [...] your cell phone [...] hand-held game machines [...] maybe even your microwave oven.” Meskipun demikian, istilah Web 2.0 mulai muncul ke permukaan ketika Tim O’Reilly dari O’Reilly Media mengadakan konferensi Web 2.0 pertama kalinya di tahun 2004. Pada hakikatnya, Web 2.0 menggambarkan aplikasi web yang memungkinkan kita untuk berbagi informasi, interoperability, user-centered design, dan berkolaborasi. Intinya, user dimungkinkan untuk berkontribusi terhadap konten informasi yang tersedia dalam web. Hal ini berbeda dengan Web 1.0, di mana user hanya menjadi pengguna pasif yang hanya menelan informasi pada website tertentu. Sebagai contoh ,dapat dilihat perbedaan cara kerja enskiolpedia Britannica Online (perwakilan Web 1.0) dan Wikipedia (perwakilan Web 2.0). Ensiklopedia Britannica Online menampilkan artikel yang dibuat oleh pakar di bidang masingmasing untuk dipublikasikan secara periodik, sedangkan Wikipedia mempercayai user anonymous untuk membuat atau merubah konten kapan saja. Selain Wikipedia, contoh aplikasi Web 2.0 lainnya adalah komunitas berbasis web, situs jejaring sosial (Facebook, Twitter, dll.), video sharing (seperti youtube), blog, dan masih banyak lagi.
Berikut ini adalah beberapa karakteristik Web 2.0 :
1.      Pengguna web dapat mengubah isi web page, seperti pada Wikipedia (contoh sebelumnya).
2.      Penggunaan web page untuk berhubungan dengan user lain, seperti pada situs Facebook atau MySpace yang booming karena pengguna mudah untuk menjalin silaturahmi dengan rekannya, bahkan dengan teman-teman lama yang sudah lama tidak dijumpai.
3.      Share content yang cepat dan efisien, seperti YouTube, dimana member dapat membuat video dan mengunggahnya, lalu orang lain dapat melihat video tersebut dalam waktu yang relatif cepat setelah pengunggahan video (dapat kurang dari 1 jam).
4.      Cara baru untuk mendapatkan informasi, yaitu Really Simple Syndication (RSS). Dengan menggunakan RSS, user dapat menerima notifikasi apabila suatu web page ter-update.
5.      Koneksi internet tidak terbatas melalui komputer, tetapi juga dapat melalui perangkat lain, seperti telepon seluler.
Overview Web 3.0
Dengan boomingnya Web 2.0, para pakar internet mulai berpikir untuk mengembangkan generasi selanjutnya dari Web 2.0, yaitu Web 3.0. Konsep Web 3.0 pertama kali diperkenalkan pada tahun 2001, yaitu saat Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web, menulis sebuah artikel ilmiah yang menggambarkan Web 3.0 sebagai sebuah sarana bagi mesin untuk membaca halamanhalaman Web. Hal ini berarti bahwa mesin akan memiliki kemampuan membaca Web sama seperti yang manusia dapat lakukan sekarang ini [8]. Sebenarnya, definisi Web 3.0 masih belum jelas [9]. Beberapa pakar berpendapat bahwa browser dapat menjadi asisten pribadi user yang mengetahui segala sesuatu tentang user tersebut dan dapat mencari berbagai informasi di internet untuk menjawab pertanyaan yang kita ajukan. Sehingga tidak salah jika ada yang menganggap bahwa Web 3.0 ibarat database raksasa. Dalam Web 3.0, internet digunakan untuk membuat koneksi dengan informasi, sementara di Web 2.0 biasanya internet digunakan untuk berkoneksi dengan teman kita. Berikut ini adalah beberapa gambaran tentang Web 3.0 :
1.      Misalnya kita ingin pergi berlibur ke sebuah pantai dengan anggaran yang terbatas. Untuk itu, kita perlu menentukan lokasi yang dituju, penginapan, trasnportasi, dan sebagainya. Dengan menggunakan teknologi web (search engine), kita dapat mencari lokasi, penginapan, serta transportasi yang sesuai dengan kondisi keuangan kita, tentunya sebisa mungkin tanpa mengurangi kenyamanan kita dalam berekreasi. Pencarian informasi ini memakan waktu yang cukup lama, kadangkadang sampai beberapa jam. Dengan adanya teknologi Web 3.0, pencarian ini dilakukan oleh internet itu sendiri. Browser menganalisis data-data yang didapatkan dan menampilkan hasil analisisnya ke user. Hal ini tentu akan lebih praktis.
2.      Misaklan kita memasukkan keyword “Jupiter” di search engine, apa yang akan muncul? Ternyata ada banyak kemungkinan, misalnya artikel tentang sebuah planet yang bernama Jupiter atau salah satu produk kendaraan bermotor. Search engine hanya menampilkan daftar website yang mengandung keyword tersebut, namun tidak mengetahui apakah hasil pencarian tersebut relevan atau tidak dengan yang kita inginkan. Dengan adanya Web 3.0, search engine dapat menganalisis konteks dari keyword yang kita masukkan, yaitu apakah tentang sebuah planet atau kendaraan bermotor.
3.      Setiap user mempunyai profil internet yang unik berdasarkan catatan kebiasaan kita ketika mengakses internet. Web 3.0 memanfaatkan history ini ketika kita melakukan searching. Artinya, ketika dua orang yang berbeda melakukan searching dengan keyword yang sama, hasil yang ditampilkan kemungkinan dapat berbeda, sesuai dengan rekaman browsing masingmasing pengguna internet.

Arsitektur Web
Arsitektur informasi web merupakan struktur rancangan (desain) web agar dapat tersusun suatu informasi yang tepat (terorganisasi) dan mudah ditemukan isinya. Dimana struktur rancangan harus memenuhi beberapa aspek antara lain form, fungsi, navigasi, interface, interaksi, visual, dan maksud informasi itu sendiri, yang akan dibangun dalam sebuah web (www.usemod.com). Sepintas, definisi arsitektur informasi menyerupai definisi sebuah buku. Dimana sebuah buku adalah informasi yang isinya dibagi atau diorganisasikan dalam suatu bab, dan bab-bab terdiri dari subbab-subbab yang ditunjukkan pada daftar isi. Namun arsitektur informasi web jelas berbeda dengan buku, perbedaan tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
DESAIN ARSITEKTUR WEB
Masalah desain web sebenarnya tidak ada aturan yang baku dalam berkreasi. Namun ada hal yang perlu diperhatikan sehingga sebuah web dapat memiliki materi yang sesuai dengan tujuan dan sasaran dari dibuatnya web itu sendiri. Perlu diingat bahwa setiap situs memiliki informasi yang pemakai butuhkan, dan kemudahan pengaksesannya adalah prioritas tertinggi. Ketika itu dapat diapresiasikan suatu situs grafik sangat indah dan menawan tata letaknya, situs itu dapat dikatakan gagal apabila pemakai tidak dapat mengakses situs itu, tidak dapat melihat grafik atau tidak mengerti bagaimana bernavigasi untuk mengakses informasi dalam situs itu. Saat ini, sudah sangat banyak aplikasi berbasis web yang ada, sehingga terkadang seorang harus berfikir jernih dan memeras otak bagaimana caranya agar aplikasinya tidak dikategorikan sampah informasi. Disinilah dibutuhkan petunjuk aturan dalam mendesain sebuah situs web. Dalam perancangan aplikasi berbasis web, dijumpai banyak versi yang berbeda, menunjukkan nuansa kreatifitas dalam design. Antarmuka (interface) pemakai adalah hal yang sangat penting pada desain situs web. Banyak designer yang berpikir dan ingin mengekspresikan ilmu mereka dalam dunia online, beberapa memasang gambar yang indah tanpa mempertimbangkan apakah pemasangannya akan membingungkan pemakai. Gambar mungkin tidak akan membawa informasi yang tersedia dari situs, atau bahkan terlalu kompleks bagi pemula untuk menterjemahkan apa yang harus dilakukan untuk berkomunikasi dan dimana mereka harus mengklik agar dapat menjalankan suatu aksi. Grafik yang bagus selalu membuat menggelitik pemakainya, tetapi pemakaian grafik yang pintar adalah yang biasa saja akan membawa nilai lebih bagi pemakai. Tujuan utama situs web harus mengizinkan pemakai mendapat informasi dari situs dengan cepat, sehingga antarmuka pemakai menjadi suatu hal yang amat perlu di pertimbangkan. Setelah mengerjakan navigasi, dapat mengenalkan elemen desain lain untuk menghias situs. Pada titik ini, elemen visual dan navigasi dapat dijadikan satu, dan keduanya dapat bersinergi dalam mencapai desain final. Selalu menggunakan proses kreatif berulangulang yang didokumentasikan dengan baik.
KETENTUAN PERANCANGAN SITUS WEB
Untuk merancang sebuah situs web beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebegai berikut :
-          Tujuan Jelas. Apakah tujuan membuat situs web di internet, apakah hanya ingin sekedar tampil di web ? jika jawabnya "ya", tak lebih dari kebanyakan pemilik situs yang ada, dan tak perlu kaget jika situs berakhir dengan situs lain. Buatlah tujuan se-spesifik mungkin. Apa yang ingin dicapai dari situs web? Bagaimana ingin menggunakan situs? apakah untuk menjual produk? atau hanya sekedar memberi informasi! apa saja keuntungan bagi pengunjung situs?.
-          Siapa Audien/sasaran. Siapa audiens primer/ sekunder untuk situs? berapa usia mereka? berapa lama mereka meluangkan waktu untuk mengunjungi situs?
-          Situs harus Menarik. Situs membosankan seringkali ditemui saat surfing di internet apa yang membuatnya tak menarik ? mungkin kurangnya warna, kurangnya variasi pada teks serta ukuran heading, atau malah halaman tersebut terlalu ramai dan kacau dengan warna yang tak sesuai komposisi, atau mungkin terlalu banyak font dengan berbagai ukuran.
-          Jangan Menempatkan dalam 1 halaman. Manajemen yang rapi terhadap isi sangat diperlukan. Jangan menjejali satu halaman dengan berbagai macam informasi yang berlebihan.
-          Menata isi dengan cerdas. Isi adalah ’raja’ merupakan ungkapan yang tepat. Jika memiliki informasi yang harus dilihat oleh pengunjung, jangan menguburnya dalam halaman yang tersembunyi, buatlah informasi penting sejelas dan semudah mungkin untuk dicari.
-          Memetakan Arus informasi pada kertas. Cara ini sangat membantu jika memiliki kesulitan dalam memvisualisasikan informasi. Mulailah dengan homepage dan lanjutkan dengan halaman-halaman berikutnya. Tampilan visual ini bisa membantu melihat isi yang ingin dihadirkan, menatanya lebih jelas serta menghindari penataan ulang besar-besaran saat membangun situs tersebut.
-          Menguji situs secara keseluruhan. Ujilah situs dengan sebanyak mungkin Browser yang mungkin, dan pada platform yang berbeda serta kecepatan modem yang berbeda pula.

Kelebihan dan Kekurangan Web
Kelebihan :
1.      Tidak memerlukan keahlian coding
Hal utama yang menjadi kelebihan website builder adalah tidak perlunya keahlian coding. Anda tidak perlu bantuan pakar website, anda juga tidak perlu mempelajari basic coding. Karena program ini diciptakan dengan tujuan  untuk mereka yang tidak tahu apapun mengenai coding.
2.      Murah dan cepat
Jika anda butuh solusi cepat untuk permasalahan website anda, website builder hadir untuk memberi anda harapan. Website builder sangat cocok bagi mereka yang baru akan membuat website pertama mereka atau untuk membuat blog pribadi dengan topik postingan tertentu. Website builder lebih murah daripada menyewa jasa web desainer. Anda dapat membangun website anda sendiri hanya dalam kurung waktu kurang dari 30 menit.
3.      Easy to Export
Meskipun ada beberapa website builder yang tidak bisa mengexport situs ke platform lain, namun tidak sedikit yang dapat dengan mudah melakukan hal tersebut. Mengexport laman dan website merupakan hal yang vital. Apabila anda mengganti jenis bisnis dan domain anda, anda tidak perlu repot-repot membangun lagi dari awal. 
4.      Tidak perlu keahlian desain
Website sepatutnya harus terlihat mengesankan. Suatu website harus menggunakan tema atau style agar terlihat menarik secara visual. Website builder tidak menjanjikan website yang sempurna, tapi desainnya cukup efektif menarik pengunjung anda.
Kekurangan
1.      Tidak cocok untuk bisnis professional
Website bisnis wajib mempunyai kualitas desain, coding SEO, dan fitur yang serbaguna. Kebanyakan konsumen tidak akan mengunjungi website yang sama untuk kedua kalinya jika website tersebut terlihat jelek atau kurang menarik.
Studi kasus membuktikan bahwa 47% orang percaya bahwa desain website adalah faktor utama yang menentukan kredibilitas. Jadi, jika tujuan anda adalah membuat web bisnis, sangat disarankan untuk menyewa desainer web professional untuk kualitas yang lebih baik.
2.      Desain yang tidak dapat di Custom
Jika anda ingin  website anda tampil bagus, anda perlu pengalaman layaknya seorang professional. Kebanyakan website builder tidak dapat di custom desainnya. Template gratis yang mereka sajikan bersifat generik, tidak responsif dengan mobile device, dan tidak memiliki fitur SEO tambahan.
3.      Loading Time yang lambat
Selain website anda yang kredibilitasnya patut dipertanyakan, website builder memiliki masalah lain yakni kecepatan loading time. Anda pasti menginginkan website yang cepat. Sedangkan website yang dibangun dengan website builder gratis memiliki loading time yang sangat lambat jika dibandingkan dengan platform website berbayar.
4.      Tingkat SEO yang lemah
Code yang acak-acakan  dan tidak terstruktur merupakan hal yang lumrah diantara permasalahan yang ada pada website builder. Hal ini dapat merusak On-Page SEO, yang mana berfungsi meningkatkan visibilitas website anda di mesin pencari seperti google. 
Masalahnya adalah dengan website builder anda hanya dapat kendali atas desainnya saja, bukan code nya. Google sangat suka dengan situs dengan pengorganisasian yang baik dan mengikuti syarat standar hirarki atau kategori tertentu. Jika google senang, maka peluang website anda tampil dihalaman pertama semakin tinggi
5.      Jumlah Pages atau laman yang terbatas
Kecuali jika anda beralih ke layanan berbayar, website builder yang bersifat gratis memiliki limit atau batas pada jumlah halaman yang bisa anda buat diwebsite. Beberapa dari mereka hanya memperbolehkan 5 laman, sedangkan yang lainnya hanya 1 atau dua saja.
Kita sama-sama tau bahwa konten yang sedikit akan mempengaruhi tingkat relevansi website. Hal itu akan menyebabkan visibilitas anda menurun dimanta mesin pencari (SERPs). Kebanyakan orang ingin mengunjungi website yang secara teratur mengupdate konten nya
6.      Fitur Terbatas
Website builder yang gratis hanya menyediakan fitur-fitur terbatas saja. Sedangkan apabila jenis website anda bersifat E-commerce (toko online) anda pasti membutuhkan banyak fitur dan plugin. Hal tersebut tentunya akan mengganggu perkembangan bisnis anda. Jadi tentukan dengan bijak untuk beralih layanan ke paket berbayar.
7.      Layanan Customer Service yang minim
Layanan website gratis pada umumnya tidak akan menawarkan jasa customer service yang baik. Jadi apabila website anda mengalami masalah teknis, anda hanya bisa memecahkan masalah tersebut sendiri. Atau anda bisa menanyakan hal tersebut di forum dan meminta saran.
8.      Flash Based
Kebanyakan website builder berbasis Flash, dan kebanyakan search engine tidak bisa membaca flash. Website anda menjadi tidak bisa dicari (tidak tampil pada hasil pencarian google). Dan hal ini menyebabkan perkembangan website anda  menjadi lambat dan terbatas.

Daftar Pustaka
[1] A. Rahmatulloh, H. Sulastri, and R. Nugroho, “Keamanan RESTful Web Service Menggunakan JSON Web Token (JWT) HMAC SHA-512,” J. Nas. Tek. Elektro dan Teknol. Inf., vol. 7, no. 2, 2018.
[2] C. Kurniawan, A. P. Sari, and A. Syahjaratu, “SEJARAH WEB SERVICE DAN PENGGUNAANYA,” 2017. [Online]. Available: http://sejarahwebservice.blogspot.com/.
[3] Hakim, Lukmanul dan Uus Musalini. 2004. Cara Cerdas Menguasai Layout, Desain dan. Aplikasi Web. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Kadir, Abdul. 2002.
[4] Agung, Gregorius. 2000. Microsoft Frontpage 2000 Webbot. Jakarta: PT. Elex. Media Komputindo. Alexander, F. K. Sibero. 2011. Kitab Suci Web Programing.
[5]. Bambang Dwi Atmoko, "Setelah Web 2.0, Kini Giliran Web 3.0" [Online document], [cited: May 18, 2010], http://netsains.com/2007/07/setelahweb-20-kini-giliran-web-30/
[6]. Jonathan Strickland, "How Web 3.0 Will Work," [Online document], [cited: May 18, 2010], http://computer.howstuffworks.com/we b-30.html
[7] MCCormack C., Jones D., 1997, “Building a Web-Based Education System”, John Wiley & Sons, Inc.
[8] Reed D., 2004, “Web Programming”, Spring, http://www.creighton.edu/~davereed/