Sabtu, 09 April 2022

RANGKUMAN KOMPUTASI PARALEL UNTUK PENGOLAHAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA

 KOMPUTASI PARALEL UNTUK PENGOLAHAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA 

Pendahuluan 

Pada institusi perguruan tinggi, tiap semester dilakukan pengolahan data nilai mahasiswa, untuk mendapatkan Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Kompleksitas pekerjaan untuk mengolah data ini tergantung dari jumlah mahasiswa, jumlah mata kuliah, dan jumlah parameter penilaian. Suatu mata kuliah memiliki minimal dua parameter penilaian, yaitu nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dan nilai Ujian Akhir Semester (UAS). Selain itu ada parameter opsional, seperti nilai tugas, kuis dan proyek. Bobot masing-masing parameter ini ditentukan oleh dosen yang mengampu mata kuliah sesuai dengan peraturan akademik, dan ini berarti bobot penilaian tidak harus seragam. Dengan demikian jelaslah bahwa perhitungan IPS dan IPK mahasiswa bukanlah suatu pekerjaan mudah yang dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat. 

Saat ini pengolahan data nilai mahasiswa di institusi perguruan tinggi umumnya dilakukan dengan bantuan komputer. Makin banyak data yang diproses, waktu yang dibutuhkan untuk pengolahan juga akan makin besar. Nilai IPS dibutuhkan untuk menentukan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang boleh diambil seorang mahasiswa di semester berikutnya, dan nilai IPK dibutuhkan untuk menentukan peringkat prestasi seorang mahasiswa. Dengan demikian baik proses perhitungan nilai IPS ataupun IPK harus dilakukan dengan akurat dan dalam waktu yang singkat, atau dengan perkataan lain dibutuhkan suatu teknik pengolahan data dengan kinerja komputasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja komputasi sekuensial yang umumnya digunakan selama ini. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja komputasi adalah dengan menggunakan komputasi paralel yang memungkinkan sejumlah komputer bekerja secara bersamasama untuk mencari solusi atas suatu masalah. 

Studi Pustaka 

A. Arsitektur Komputer Paralel  

Berdasarkan aliran instruksi dan aliran data, menurut Flynn, komputer dapat dikategorikan ke dalam 4 (empat) kelompok, yaitu Single-Instruction Stream, Single Data Stream (SISD), Single Instruction Stream, Multiple Data Stream (SIMD), Multiple Instruction Stream, Single Data Stream (MISD), dan Multiple Instruction Stream, Multiple Data Stream (MIMD) [3][4]. Sistem komputer paralel termasuk dalam kelompok MIMD. Kelompok ini memiliki sejumlah prosesor yang masing-masing beroperasi pada sejumlah data. 

B. Topologi Jaringan Komputer  

Saluran interkoneksi untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya dapat memiliki berbagai topologi, misalnya topologi bus, topologi ring, topologi star, topologi mesh, dan topologi tree [5]. Topologi bus, ring dan star ditunjukkan pada Gambar 1, 2, dan 3. Topologi bus bisa dikatakan sebagai topologi yang paling sederhana dibandingkan dengan topologi lainnya. Topologi bus hanya menggunakan sebuah kabel jenis coaxial di sepanjang node (komputer) dan pada umumnya ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan konektor T sebagai kabel end to end. 

Metode Penelitian 

Penelitian diawali dengan pemahaman lebih lanjut mengenai komputasi paralel dan cara membangun virtual platform menggunakan perangkat lunak yang dinamakan MPI, kemudian ditentukan jumlah prosesor dan topologi interkoneksi yang akan digunakan. Tahap berikut adalah membuat interkoneksi antar-komputer dan membentuk virtual platform. Kemudian ditentukan cara pendistribusian data ke semua prosesor dalam sistem, sehingga beban kerja pada masing-masing prosesor seimbang, dengan harapan semua prosesor akan dapat menyelesaikan kerjanya dalam waktu yang relatif sama. 

Tahap pengujian dilakukan melalui simulasi model pengujian. Data uji yang digunakan disesuaikan dengan data untuk menghitung prestasi akademik mahasiswa. Pengujian menggunakan data fiktif yang dibentuk di awal pengujian sebanyak 8156 mahasiswa dan rata-rata telah menempuh tujuh sampai delapan semester perkuliahan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan satu komputer sebagai server basis data dan empat komputer lainnya untuk menjalankan proses perhitungan. Dalam pengujian diukur besarnya waktu yang dibutuhkan untuk menghitung prestasi akademik mahasiswa menggunakan satu prosesor, dan menggunakan dua, tiga, dan empat prosesor dengan jumlah proses paralel yang berbeda, yaitu satu, dua, tiga, empat, dan delapan. Dari hasil pengukuran dapat dihitung peningkatan kinerja komputasi paralel dengan menggunakan relative speedup sebagai metrik. Tahap terakhir adalah melakukan analisis dari hasil pengujian. 

Kesimpulan 

Dari penelitian ini dapat disimpulkan:  

  1. Nilai relative speedup yang lebih tinggi mencerminkan kinerja komputasi yang lebih baik dan waktu komputasi lebih singkat.  
  2. Komputasi paralel mampu memberikan kinerja komputasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja komputasi sekuensial dalam pengolahan prestasi akademik mahasiswa. 
  3. Peningkatan nilai relative speedup sejalan dengan penambahan jumlah komputer paralel / prosesor dan jumlah proses paralel. Penambahan jumlah proses paralel tanpa menambah jumlah komputer paralel / prosesor tidak memberikan peningkatan nilai relative speedup yang signifikan, seperti pada model pengujian kelima. 

 

 

Sumber: 

Jumat, 01 April 2022

5 Jurnal Implementasi Komputasi Modern

 TUGAS Merangkum 5 Jurnal Tentang Komputasi Modern

 Disusun Oleh : Muhammad Dhimas Herlambang 54418534


 Jurnal Pertama :

IMPLEMENTASI CLOUD COMPUTING MENGGUNAKAN MODEL INFRASTRUCTURE AS A SERVICE UNTUK OPTIMALISASI LAYANAN DATA CENTER (Studi Kasus : UPT STMIK AMIKOM YOGYAKARTA)

Laboratorium komputer yang dimiliki STMIK AMIKOM Yogyakarta merupakan aset dan fasilitas terbesar dan dikelola oleh bagian UPT dengan jumlah empat belas ruang dengan berbagai spesifikasi perangkat dan platform Operating System. Infrastruktur jaringan laboratorium komputer sudah menggunakan perangkat dengan kecepatan gigabit ethernet dan memanfaatkan sistem Data Terpusat (data center) yang digunakan untuk menampung tugas atau project praktikum yang dikerjakan oleh mahasiswa. Layanan utama yang diberikana oleh data center adalah layanan file server berbasis web dan file sharing yang berjalan pada protokol Microsoft SMB Protocol.


Jurnal Kedua :

KOMPUTASI AWAN DAN MODEL IMPLEMENTASI PADA ORGANISASI PEMERINTAHAN

Implementasi kebutuhan TI organisasi diterjemahkan melalui infrastruktur TI. Infrastruktur TI didefinisikan oleh Information Technology Infrastructure Library (ITIL) v3 sebagai kombinasi seperangkat hardware, software, jaringan, fasilitas, dsb. yang dipergunakan untuk pengembangan, pengujian, penyampaikan, pengawasan, pengendalikan atau pemberian dukungan terhadap layanan TI [1]. Infrastruktur TI suatu organisasi memerlukan adanya hardware, software dan jaringan agar dapat memberikan layanan aplikasi TI. Model dan corak infrastruktur TI organisasi senantiasa berkembang seiring dengan kemajuan dan perkembangan industri TI.


Jurnal Ketiga :

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEUANGAN PADA PT. HULU BALANG MANDIRI MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL

PT. Hulu Balang Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa tenaga kerja (outsourcing) di Bandar Lampung. Dalam sistem kerja ini, perusahaan penyedia jasa outsource melakukan pembayaran terlebih dauhulu kepada tenaga kerja. Selanjutnya mereka menagih ke perusahaan pengguna jasa mereka. Tenaga kerja yang disediakan di perusahaan ini adalah office boy, cleaning service, security, SPG(Sales Promotion Girl), kasir dan parking. Tenaga kerja outsourcing bekerja berdasarkan kontrak dengan perusahaan penyedia jasa outsourcing, bukan dengan perusahaan pengguna jasa. 

Pekerjaan kantor di PT. Hulu Balang Mandiri sebagian besar masih dilakukan secara manual. Dalam bidang keuangan, proses pengelolaan keuangan seperti penggajian, laporan keuangan harian, laporan keuangan bulanan, dan proses manajemen keuangan lainnya dilakukan secara manual melalui Microsoft Excel di satu komputer kerja karyawan, sehingga untuk melihat segala informasi dan data keuangan yang ada, karyawan lain harus secara manual melihat ke komputer tersebut. Begitu pula dengan pengetikan laporan keuangan yang harus diketik ulang setiap pengerjaannya. 


Jurnal Keempat :

Cloud Computing Issues and Benefits Modern Education

Komputasi Modern merupakan sebuah sistem yang akan menyelesaikan masalah matematis menggunakan komputer dengan cara menyusun algoritma yang dapat dimengerti oleh komputer yang berguna untuk menyelesaikan suatu masalah.  Dalam komputasi modern terdapat perhitungan dan pencarian solusi dari masalah. Perhitungan dari komputasi modern adalah akurasi, kecepatan, problem, volume dan besar kompleksitas.

Cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing. Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.


Jurnal Kelima :

Arsitektur Grid Computing dengan Oracle 10g

Grid computing merupakan salah satu jenis dari komputasi modern. Grid computing adalah arsitektur TI baru yang menghasilkan sistem informasi perusahaan yang berbiaya rendah dan lebih adaptif terhadap dinamika bisnis. Dengan grid computing, sejumlah komponen hardware dan software yang modular dan independen akan dapat dikoneksikan dan disatukan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan bisnis. Lebih jauh, dari sisi ekonomi, implementasi grid computing berarti membangun pusat komputasi data yang tangguh dengan struktur biaya variatif yang bias disesuaikan dengan kebutuhan.




Sumber :

https://medianasaraswati.wordpress.com/2019/04/19/review-jurnal-pengantar-komputasi-modern-implementasi-cloud-computing-menggunakan-model-infrastructure-as-a-service-untuk-optimalisasi-layanan-data-center/

https://ojs.amikom.ac.id/index.php/semnasteknomedia/article/view/1956

https://r4denb4yu.wordpress.com/2011/05/04/jurnal-komputasi-modern-grid-computing/