Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
KELOMPOK 1
Disusun oleh :
1. Andini Eva Lestari (50418755)
2. Farros Ammar Abdullah (52418576)
3. Herdi Yusli (53418121)
4. Mariana Nur Asyidah (53418986)
5. Muhammad Dhimas H. (54418385)
UNIVERSITAS GUNADARMA
TEKNIK INFORMATIKA
2019
Pengertian
Harapan
Pengertian Harapan
Harapan dalam kehidupan manusia merupakan
cita-cita, keinginan, penantian, kerinduan supaya sesuatu itu terjadi. Dalam
menantikan adanya sesuatu yang terjadi dan diharapkan, manusia melibatkan
manusia lain atau kekuatan lain di luar dirinya supaya sesuatu terjadi, selain
hasil usahanya yang telah dilakukan dan ditunggu hasilnya. Jadi, yang
diharapkan itu adalah hasil jerih payah dirinya dan bantuan kekuatan lain.
Bahkan harapan itu tidak bersifat egosentris,
berbeda dengan keinginan yang menurut kodratnya bersifat egosentris, usahanya
ialah memiliki. Harapan tertuju kepada “Engkau”, sedangkan keinginan kepada
“Aku”. Harapan itu ditujukan kepada orang lain atau kepada Tuhan. Keinginan itu
untuk kepentingan dirinya, meskipun pemenuhan keinginan itu melalui pemenuhan
keinginan orang lain. Misalnya melakukan perbuatan sedekah kepada orang lain :
orang lain terpenuhi keinginannya, dan sekaligus orang yang sedekah juga
terpenuhi keinginannya, yaitu kebahagiaan sewaktu berbuat baik kepada orang
lain.
Harapan itu ada karena manusia hidup. Manusia
hidup penuh dengan dinamikanya, penuh dengan keinginannya atau kemampuannya.
Harapan untuk setiap orang berbeda-beda kadarnya.
Besar-kecilnya harapan sebenarnya tidak
ditentukan oleh luas atau tidaknya wawasan berpikir seseorang, tetapi
kepribadian seseorang dapat menentukan dan mengontrol jenis, macam, dan
besa-kecilnya harapan tersebut. Bila kepribadian seseorang kuat, jenis dan
besarnya harapan akan berbeda dengan orang yang kepribadiannya lemah.
Kepribadian yang kuat akan mengontrol harapan seefektif dan seefisien mungkin
sehingga tidak merugikan bagi dirinya atau bagi orang lain, untuk masa kini
atau untuk masa depan, bagi masa di dunia atau masa di akhirat kelak.
Harapan seseorang juga ditentukan oleh kiprah
usaha atau bekerja kerasnya seseorang. Orang yang bekerja keras akan mempunyai
harapan yang besar. Untuk memperoleh harapan yang besar. Untuk memperoleh
harapan yang besar, tetapi kemampuannya kurang, biasanya disertai dengan
bantuan unsur dalam, yaitu berdoa.Mahasiswa Dapat Menyebutkan Persamaan Harapan
dan Cita-Cita
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik
kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan. Bila
dibandingkan dengan cita-cita, harapan hampir mirip dengan cita-cita. Hanya
saja biasanya cita-cita itu adalah sesuatu yang diinginkan setinggi-tingginya,
sedangkan harapan itu tidak terlalu muluk.
Antara harapan dan cita-cita terdapat
persamaan yaitu :
Keduanya menyangkut masa depan karena belum
terwujud
Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan
orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Contoh-Contoh Harapan
Nia seseorang mahasiswi yang rajin belajar
dengan harapan di dalam ujian semester mendapatkan nilai A. hal itu dilakukan
dengan keinginan bahwa akan terwujud apa yang diharapkan. Jadi untuk mewujudkan
harapan itu harus disertai usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan.
Meskipun sudah berusaha keras pun, kadang-kadang harapan itu belum tentu
terwujud.
Hadir seorang wiraswasta yang rajin. Sejak
mulai menggarap usahanya ia mempunyai harapan usahanya menjadi besar dan maju,
ia yakin usahanya ia menjadi kenyataan, karena itu ia berusaha
bersungguh-sungguh dengan usahanya.
Ada dua hal yang mendorong manusia hidup
bergaul dengan manusia lain, yaitu :
1.
Dorongan Kodrat
Kodrat adalah sifat, keadaan, atau pembawa
alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan
oleh Tuhan. Dengan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan.
Dalam diri manusia sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan, dan kemampuan untuk
hidup bergaul, hidup bermasyarakat.
2.
Dorongan Kebutuhan Hidup
Sudah menjadi kodrat manusia dalam hidup pasti
akan merasakan apa yang akan menjadi kebutuhan hidupnya, umumnya adalah
kebutuhan jasmani dan rohani.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut setiap
manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena
kemampunan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik ataupun kemampuan
berpikirnya.
Abraham Maslow mengkategorikan lima macam
kebutuhan itu merupakan lima harapan manusia, yaitu :
·
Kelangsungan hidup (survival)
·
Keamanan (safety)
·
Hak dan kewajiban untuk mencintai
dan dicintai (be loving and loved)
·
Diakui lingkungan (status)
·
Perwujudan cita-cita
(self-actualization)
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan
kebutuhan hidup maka manusia mempunyai harapan. Karena pada hakekatnya harapan
itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pengertian
doa
Ketika disebutkan kata “doa”, biasanya
hanya muncul dalam benak seseorang bahwa maksud dari kata “doa” tersebut adalah
permintaan kepada Allah Ta’ala yang disampaikan oleh seorang hamba
agar keinginannya terwujud atau agar terhindar dari mara bahaya. Sedangkan
menurut istilah syara’ do’a berarti “Memohon sesuatu yang bermanfaat dan
memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan.
DOA adalah sebuah tempat untuk meminta, bersyukur, berkomunikasi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam berdoa kita memiliki hak istimewa untuk berbicara, memohon, kepada yang Mahakuasa. Hendaknya doa di pelajari dengan baik dan di terapkan dalam sisi kehidupan. Dengan melalui doa berkatNya bisa mengalir pada kita, dan kita dapat memenangkan segala problematika yang sedang kita hadapi.
DOA adalah sebuah tempat untuk meminta, bersyukur, berkomunikasi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam berdoa kita memiliki hak istimewa untuk berbicara, memohon, kepada yang Mahakuasa. Hendaknya doa di pelajari dengan baik dan di terapkan dalam sisi kehidupan. Dengan melalui doa berkatNya bisa mengalir pada kita, dan kita dapat memenangkan segala problematika yang sedang kita hadapi.
Macam-Macam Doa
Perlu diketahui bahwa terdapat dua macam doa
yang digunakan dalam istilah syariat.
Pertama, doa masalah (دعاء المسألة) atau
doa permintaan. Maksudnya, seseorang berdoa kepada Allah Ta’ala dengan
ucapan lisannya, meminta kepada Allah Ta’ala agar mendapatkan
kebaikan yang dia inginkan atau agar terhindar dari suatu keburukan (bahaya).
Inilah pengertian doa yang banyak dipahami oleh kaum muslimin.
Kedua, doa ibadah (دعاء العبادة). Maksudnya,
semua jenis ibadah yang kita lakukan pada hakikatnya adalah doa. Buktinya,
kalau kita bertanya kepada seseorang yang beribadah kepada Allah Ta’ala, “Apa
tujuanmu mendirikan shalat, berpuasa, menunaikan zakat, dan menunaikan hak-hak
Allah Ta’ala?”
Niscaya orang beriman akan menjawab, “Aku
bermaksud dengan ibadah tersebut agar mendapatkan ridha Allah Ta’ala, meraih
pahala, selamat atau terbebas dari hukuman-Nya.” Sehingga pada hakikatnya,
seseorang yang beribadah kepada Allah Ta’ala juga sedang meminta
kepada Allah Ta’ala, yaitu meminta agar ibadah tersebut diterima,
mendapatkan pahala, dan agar diampuni dosa-dosanya, meskipun dia tidak
mengucapkan permintaan tersebut dengan lisannya.
Contoh-Contoh Doa
·
Doa Sebelum Makan
Allahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa
waqinaa 'adzaa bannaari
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka"
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka"
·
Doa Sesudah Makan
Alhamdulillaahil ladzii ath'amanaa wa saqaanaa
wa ja'alanaa muslimiina
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang
telah memberi makan kami dan minuman kami, serta menjadikan kami sebagai
orang-orang islam"
·
Doa Sesudah Minum
Alhamdu lillaahil ladzi ja'alahu 'adzbam
furaatam birahmatihii wa lamyaj'alhu milhan ujaajam bidzunuubinaa
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air ini (minuman) segar dan menggiatkan dengan rahmat-Nya dan tidak menjadikan air ini (minuman) asin lagi pahit karena dosa-dosa kami"
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air ini (minuman) segar dan menggiatkan dengan rahmat-Nya dan tidak menjadikan air ini (minuman) asin lagi pahit karena dosa-dosa kami"
·
Doa Ketika Makan Lupa Membaca Doa
Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya"
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya"
·
Do’a Mimpi Baik
Alhamudlillaahirrabbil
‘alamiin.
Artinya : Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam (HR. Bukhari)
Artinya : Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam (HR. Bukhari)
·
Do’a Mimpi Tidak Baik
Allaahumma innii a;uudzu bika min ‘amalisy syaythaani, wa sayyi’aatil ahlaami.
Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan dari mimpi-mimpi yang buruk (HR. Ibn as-Sani)
Allaahumma innii a;uudzu bika min ‘amalisy syaythaani, wa sayyi’aatil ahlaami.
Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan dari mimpi-mimpi yang buruk (HR. Ibn as-Sani)
·
Do’a Terkejut Bangun Dari Tidur
A’uudzu bikalimaatillahit tammaati min ghadhabihi wa min syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuni.
Artinya : Aku berlindung dengan kalimah Allah yang sempurna dari kemarahan Allah dari kejahatan hamba-hamba-Nya dan dari gangguan setan dan dari kehadiran mereka (HR. Abu Daud dan Tir-middzi)
A’uudzu bikalimaatillahit tammaati min ghadhabihi wa min syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuni.
Artinya : Aku berlindung dengan kalimah Allah yang sempurna dari kemarahan Allah dari kejahatan hamba-hamba-Nya dan dari gangguan setan dan dari kehadiran mereka (HR. Abu Daud dan Tir-middzi)
Kepercayaan
Pengertian Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya
mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang
berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena hasil penyelidikan sendiri, melainkan karena diterima orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang itu dipercaya. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberikan Tuhan, baik langsung atau tidak langsung kepada manusia.
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena hasil penyelidikan sendiri, melainkan karena diterima orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang itu dipercaya. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberikan Tuhan, baik langsung atau tidak langsung kepada manusia.
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
·
Kepercayaan Kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan itu amat penting karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran adanya Tuhan. Oleh karena itu, jika manusia ingin memohon pertolongan kepadaNya, maka manusia harus percaya kepada Tuhan.
Kepercayaan kepada Tuhan itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan itu amat penting karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran adanya Tuhan. Oleh karena itu, jika manusia ingin memohon pertolongan kepadaNya, maka manusia harus percaya kepada Tuhan.
·
Kepercayaan Pada Diri Sendiri
Kepercayaan kepada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya kepada diri sendiri pada hakekatnya adalah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kepercayaan kepada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya kepada diri sendiri pada hakekatnya adalah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
·
Kepercayaan Kepada Orang Lain
Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya kepada terhadap kata hatinya, atau terhadap kebenarannya. Karena ada ucapan yang berbunyi ” orang dipercaya karena ucapannya”.
Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya kepada terhadap kata hatinya, atau terhadap kebenarannya. Karena ada ucapan yang berbunyi ” orang dipercaya karena ucapannya”.
·
Kepercayaan Kepada Pemerintah
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, dan milik rakyat. Rakyat adalah negara dan rakyat itu menjelma pada negara. Seseorang mempunyai arti hanya dalam masyarakat, dan negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, sehingga kedaulatan mutlak pada negara. Satu-satunya yang mempunyai hak adalah negara. Manusia perseorangan tidak mempunyai hak, tetapi hanya kewajiban.
Karena itu jelaslah bagi kita, baik teori maupun pandangan teokratis atau demokratis negara pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Sehingga wajar jika manusia sebagai warga negara percaya kepada negara dan pemerintah.
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, dan milik rakyat. Rakyat adalah negara dan rakyat itu menjelma pada negara. Seseorang mempunyai arti hanya dalam masyarakat, dan negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, sehingga kedaulatan mutlak pada negara. Satu-satunya yang mempunyai hak adalah negara. Manusia perseorangan tidak mempunyai hak, tetapi hanya kewajiban.
Karena itu jelaslah bagi kita, baik teori maupun pandangan teokratis atau demokratis negara pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Sehingga wajar jika manusia sebagai warga negara percaya kepada negara dan pemerintah.
3 Teori Kebenaran
1.
Teori Koherensi atau Konsistensi
yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi
atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
2.
Teori Korespondensi yaitu suatu
teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan
yang dikandung pernyataan itu berkorenponden(berhubungan)dengan obyek yang
dituju oleh pernyataan tersebut.
3.
Teori Pragmatis yaitu kebenaran
sutu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat
fungsional dalam kehidupan praktis.
KEPERCAYAAN DAN USAHA UNTUK MENINGKATKANNYA
·
Manusia dapat menyebutkan usaha
manusia untuk meningkatkan rasa percaya pada tuhan
·
Usaha Manusia untuk Meningkatkan
Rasa Percaya Pada Tuhan
·
Meningkatkan ketaqwaan dengan
beribadah kepada Tuhan
·
Meningkatkan pengabdian pada
masyarakat
·
Meningkatkan rasa cinta kita pada
sesama makhluk ciptaan Tuhan dengan saling menolong dan menjadi orang yang
dermawan
·
Mengurangi nafsu untuk
mengumpulkan harta yang berlebih atau duniawi
·
Menekan rasa negatif, iri, dengki,
benci dan dsb
PENGERTIAN KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang
berarti perasaan yang mengganjal,dan merasa hati seperti tidak tentram dan
kepikiran sesuatu yang penting sekali buat diri kita dan membuat diri kita
tidak nyaman dan merasakan kecemasan. Kegelidahan hanya dapat diketahui dari
sikap,wajah seseorang yang seperti menunjukan kekhawatiran,dan gerak geriknya
contohnya adalah seperti berjalan mundar mandir sambil menundukan kepalanya
dengan wajah murung dan mengepal ngepal kedua tangannya dan tentunya malas
bicara dan hanya diam saja.
Sikap kecemasan itu ada 2 yaitu : Kecemasan
neoritis,dan kecemasan moril. Kecemasan neoritis adalah kecemasan yang ditakuti
karna bayangannya sendiri, membuat gelisah karena merasa sesuatu yang hebatakan
terjadi, dan kecemasan ini juga mengandung rasa phobia, rasa takut karena
sesuatu. Kecemasan moril adalah rasa cemas yang disebabkan karena pribadi
seseorang yang disebabkan karena merasa iri, dendam, dengki, marah, gelisah,
cinta, rasa yang kurang.
Rasa kegelisahan memiliki sebab - sebab kenapa
bisa merasa gelisah diantaranya adalah karena sesuatu yang akan terjadi,
seperti contoh akan ada bencana gunung meletus itu akan mendatangkan rasa
gelisah karena takut hilangnya hak hidup,hak milik,hak dapat perlindungan,hak
kemerdekaan untuk tetap hidup.
Usaha - usaha mencegah dan mengatasi rasa
kegelisahan adalah pertama - tama kita harus mulai semua dari dalam diri kita
sendiri, kita harus menenangi diri kita sendiri terlebih dahulu. Dengan sikap
tenang dan dapat berpikir tenang kita dapat mengatasi segala kegelisahan yang
akan mendatangi diri kita. Cara untuk mengatasi rasa kegelisahan yang
menghampiri kita adalah pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa, berdoa dan melakukan
shalat agar hati dan pikiran kita di tenangkan, ini adalah cara terampuh.
Percaya bahwa tuhan adalah maha pengampun,maha pengasih,lagi maha penyayang.
Keterasingan berasal dari kata terasing atau
asing yang berarti dalam kesendirian dan tidak kenal orang lain atau tidak
dikenal orang lain, terpisahkan dari orang lain, tersisihkan darri pergaulan.
Kekurangan yang ada pada diri seseorang dapat juga menyebabkan orang itu
diasingkan oleh orang lain atau masyarakat.
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti
sunyi yang dapat diartikan kesepian adalah seseorang yang merasa sepi dan jauh
dari orang - orang dan perlunya seseorang untuk menghibur dan menghilangkan
rasa sepi tersebut. Kesepian memiliki penyebab kenapa bisa terjadi rasa sepi
tersebut. Bermacam-macam penyebab terjadinya kesepian. Frustasi dapat
mengakibatkan kesepian dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih
senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya, ia lebih senang
hidup sendiri. Bila kita perhatikan sepintas lalu keterasingan dan kesepian itu
serupa tetapi tidak sama, namun ada hubungannya. Beda antara keduanya hanya
terletak pada sebab akibat. Jadi kesepian itu akibat dari terasingkan dan
terasingkan akibat dari sikap yang sombong,angkuh,keras kepala, sehingga
dijauhi oleh orang lain atau teman sepergaulannya.
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti
yaitu tidak menentu, tidak dapat ditentukan dan tidak tau tanpa arah dan usul
yang tidak jelas. Sebab - sebab terjadinya ketidak pastian adalah karena
pikirannya terganggu dan tidak dapat berfikir normal kembali seperti
seharusnya. Beberapa tanda - tandanya adalah obsesi,phobia,dan kompulasi .
Obsesi adalah adanya perasaan tertentu yang
terus menerus ada misalnya adalah seseorang yang merasa dirinya akan di
jatuhkan oleh orang lain, pikiran itu tidak hilang malah makin menjadi - jadi.
Phobia adalah rasa takut atau trauma yang
tidak terkendali kepada sesuatu hal yang menurut masing - masing orang sangat
menakutkan bagi dirinya sendiri.
Kompulasi adalah Ialah adanya keragu-raguan
tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari
melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali. Contohnya adalah keinginan untuk
mengambil barang (mencuri), padahal barang itu tak bermanfaat baginya, dan
andaikata ingin membeli, mampu juga dia (kleptomania) keinginan minum-minuman
keras, orang itu bukan pemabuk, tetapi bila dilanda pikiran atau perasaan
kecewa keinginan minumnya tak dapat dibendung
3 macam kecemasan yang menimpa manusia
Kecemasan adalah keadaan yang menggambarkan
suatu pengalaman subyektif mengenai ketegangan mental, kesukaran dan tekanan
yang menyertai suatu konflik atau ancaman atau fenomena yang sangat tidak
menyenangkan serta ada hubungannya berbagai perasaan yang sifatnya difuss, yang
sering bergabung atau disertai gejala jasmani.
Adapun seorang ahli psikonalisa yang bernama
Sigmund Freud berpandapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia
yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan kecemasan moril.
1.
Kecemasan Obyektif.
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu
pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia
luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseoarang yang mengancam
untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari
sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk
menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu atau keadaan
tertentu dari lingkungannya.
Kecemasan akibat dari kenyataan yang pernah
dialami sangat terasa bilamana pengalaman itu mengancam eksistensi hidupnya,
karena seseorang tidak mampu mengatasinya waktu itu terjadilah kemudian apa
yang disebut stress. Contoh kenyataan yang dialami seseorang seperti kecemasan yang dialami seorang anak kecil
yang mendapat perlakuan kejam dari ayahnya. Mungkin ia selalu cemas ketika
berhadapan dengan orang yang seusia ayahnya, tetapi ada pula yang memberikan
reaksi membalik, karena ia mendendam, maka ia berusaha selalu untuk ganti
berbuat kejam sebagai pelampiasannya.
2.
Kecemasan Neorotis (Syaraf).
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang
bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi menjadi tiga
macam yakni :
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian hati
dengan lingkungan. Kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya
sendiri, atau takut akan id-nya sendiri, sehingga menekan menguasai ego.
Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu
mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
Bentuk ketakutan yang tegang dan irasional
(phobia). Bentuk khusus dari phobia adalah, bahwa intensitet ketakutan melebihi
proporsi yang sebenarnya dari obyek yang ditakutannya. Misalnya seorang anak
gadis takut memegang benda yang terbuat dari karet. Ia tidak mengetahui sebab
ketakutan tersebut, setelah dianalisis, ketika masih kecil dulu ia sering
diberi balon karet oleh ayahnya, satu untuk dia dan satu untuk adiknya. Dalam
suatu pertengkaran ia memecahkan balon adiknya, sehingga ia mendapat hukuman
yang keras dari ayahnya. Hukuman yang didapatnya dan perasaan bersalah menjadi
terhubung dengan bola karet.
Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan
sebagainya. Reaksi ini munculnya secara tiba – tiba tanpa ada provokasi yang
tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan merdekan diri yang bertujuan
membebaskan seseorang dari kecemasan neoritis yang sangat menyakitkan dengan
jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki ileh id meskipun ego dan superego
melarangnya. Misalnya seseorang yang tidak bisa menyanyi atau berbicara didepan
umum, sehingga ia merasa gelisah, gemetar, dan hilang keseimbangan, sehingga
sulit berbicara atau bernyayi.
3.
Kecemasan Moril
Kecemasan moril desebabkan karena pribadi
seseorang. Tiap pribadi memiliki macam – macam emosi antara lain : iri, benci,
dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang.
Rasa iri, benci, dengki, dendam itu merupakan
sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasakan konsep yang
kurang sehat. Oleh karena itu sering alasan untuk iri, benci, dengki itu kurang
dapat dipahami orang lain.
Sifat – sifat seperti itu adalah sifat yang
tidak terpuji, bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas,
gelisah dan putus asa. Misalnya sesorang yang merasa dirinya kurang cantik,
maka dalam pergaulannya ia terbatas kalau tidak tersisihkan, sementara itu ia
pun tidak berprestasi dalam berbagai kegiatan, sehingga kawan – kawannya lebih
diniai sebagai lawan. Ketidak mampuannya menyamai kawan – kawannya demikian menimbulkan
kecemasan moril.
SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
Apabila
kita kaji, sebab-sebab
orang gelisah adalah
karena pada hakekatnya
orang takut kehilangan hak-haknya.
Hal itu adalah akibat dari suatu
ancaman, baik ancaman dari luar
maupun dari dalam.
Contoh:
Bila ada suatu
tanda bahaya (bahaya banjir, gunung meletus,
atau perampokan), orang tentu akan gelisah. Hal itu disebabkan karena
bahaya itu mengancam akan hilangnya
beberapa hak orang
sekaligus. misalnya hak
hidup, hak
milik, hak memperoleh perlindungan, hak
kemerdekaan hid up, dan
mungkin hak nama
baik.
USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Mengatasi
kegelisahan ini pertama-tama harus
mulai dari diri kna scndiri,
yaitu kita harus bersikap
tenang. Dengan sikap
tenang kita dapat
berpikir tenang, sehingga
segala kesulitan dapat kita atasi.
Contoh
Dokter
yang menghadapi istri dan
anaknya yang sedang sakit, justru
tidak dapat merasa tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak
dapat berbuat apa-apa bila menghadapi
keluarganya yang sakit,
karena ia merasa
khawatir. Dalam hal
ini dokter itu harus bersikap
seperti menghadapi pasien
yang bukan keluarganya.
Cara lain yang mungkin juga baik untuk digunakan dalam
mengatasi kegelisahan atau
kecemasan yaitu dengan memerlukan sedikit pemikiran; pertama-tarna, kita tanyakan kepada diri kita sendiri
(introspeksi). akibat yang paling buruk
yang bagaimanakah yang akan kita
tanggung atau yang akan terjadi, mengapa
hal itu terjadi, apa penyebabnya dan
sebagainya. Apabila kita dapat menganalisa akibat yang akan ditimbulkan olch kecernasan tersebut dan
bila kita tidak dapat mengatasinya,
kita dapat mempersiapkan diri
untuk menghadapinya,karena tidak semua
pengalaman di dunia
ini menyenangkan. Yang kedua kita
bersedia menerima akibatnya
dengan rasa tabah
dan senang hati
niscaya kecemasan tersebut akan sima dalam jiwa kita. Dan yang ketiga,
dengan bersama-sama berjalannya
waktu kita dapat
mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat
timbulnya kecernasan,dengan
demikian kita akan tidak merasakan lagi adanya
rasa kecemasan / kegelisahan
dalam jiwa.
Untuk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh
kita memasrahkan diri kepada
Tuhan.Kita pasrahkan nasib
kita sepenuhnya kepada-Nya,
kita harus percaya
bahwa Tuhanlah Maha Kuasa.
Maha Pengasih, Maha
penyayang dan Maha
Pengampun.
Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, asal
kata dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang,
sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari
yang lain,atau terpencil. Jadi, keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan
dengan tersisihkan dari pergaulan, terpisah dari yang lain atau terpencil.
Apapun makna yang kita lekatkan pada istilah keterasingan, yang jelas ia
merupakan bagian dari hidup manusia. Sebagai bagian dari hidup manusia,
sebagaimana juga kegelisahan, maka keterasingan pun memiliki sifat universal.
Ini berarti bahwa keterasingan tidak pernah mengenal perbedaan manusia.
Sebentar ataukah lama setiap orang akan pernah mengalami keterasingan ini,
meskipun kadar atau penyebabnya berbeda-beda.
Contoh : Murni gadis lincah, bebas, dan pandai
bergaul. Kawannya banyak dan hilir mudik bergantian datang dan mengajak pergi.
Pada suatu hari tersiar berita ia mendapat “kecelakaan”. Sejak itu ia tidak
pernah menampakkan diri dan tak ada kawan yang hilir mudik datang berkunjung
dan mengajak pergi. Ia menyembunyikan diri di kamar, malu keluar. Ia hidup
dalam keterasingan.
Sebab – sebab keterasingan
Bila kita memperhatikan contoh Murni tidak mau
bergaul lagi dengan kawan-kawannya, hidup menyendiri, karena malu atas
perbuatannya yang melanggar moral. Jadi, sebab-sebab hidup terasing itu
bersumber pada :
·
Sikap rendah diri.
Sikap rendah diri menurut
Alex Gunur adalah sikap kurang baik. Sikap ini menganggap atau merasa dirinya
selalu atau tidak berharga, tidak atau kurang laku, tidak atau kurang mampu di
hadapan orang lain. Sikap ini disebut juga sikap minder. Jadi, bukan orang lain
yang menganggap dirinya rendah, tetapi justru dirinya sendiri, tetapi juga
tidak baik bagi masyarakat. Sikap rendah diri disebabkan antara lain
kemungkinan cacat fisik, status sosial-ekonominya, rendah pendidikannya, dan
karena kesalahan perbuatannya.
·
Keterasingan karena cacat fisik
Cacat fisik tidak perlu
membuat hidup terasing karena itu adalah kehendak Tuhan. Namun, seringkali manusia
memiliki jalan pikiran yang berbeda. Erasa malu anak atau cucunya cacat fisik,
maka disingkirkannya anak tersebut dari pergaulan ramai, hidup dalam
keterasingan.
·
Keterasingan karena sosial-ekonomi
Ekonomi kuat atau lemah
adalah anugerah Tuhan. Orang tidak boleh membanggakan kekayaan dan tidak boleh
pula merasa rendah diri karena keadaan ekonomi yang minim. Namun dalam
kenyataan lain keadaannya, orang-orang yang tergolong lemah ekonominya
seringkali merasa rendah diri. Akibatnya orang-orang kaya sering membanggakan
kekayaannya, meskipun tanpa disengaja.
·
Keterasingan karena rendah
pendidikan
Banyak juga orang yang merasa
rendah diri karena rendah pendidikannya dan tidak dapat mengikuti jalan pikiran
orang yang berpendidikan tinggi dan banyak pengalaman.Dalam pergaulan
orang-orang yang berpendidikan rendah dan kurang berpengalaman biasanya
menyendiri, mengasingkan diri karena merasa sulit menempatkan diri. Ingin
bertanya takut salah,juga takut ditanya, takut jawabannya tidak benar.
Akibatnya ia menjauhkan diri dari pergaulan.Akan tetapi, orang seperti itu
masih lebih baik dari pada mereka yang berlagak pintar dan akhirnya menjadi
bahan tertawaan.
·
Keterasingan karena perbuatannya
Orang terpaksa hidup dalam
keterasingan karena merasa malu, dunia rasanya sempit, bila melihat orang,
mukanya ditutupi. Itu semua akibat dari perbuatannya, yang tidak bisa diterima
oleh masyarakat lingkungannya. Banyak perbuatan yang tidak dapat diterima oleh
masyarakat.Contoh :
Selama ini Tn. Adi terkenal
sebagai orang terhormat. Semua penduduk di wilayahnya mengenal siapa Tn. Adi,
pegawai tinggi suatu instansi, ramah, dan dermawan. Tiba-tiba tersiar berita di
koran bahwa Tn. Adi tersangkut korupsi milyaran. Dengan adanya berita itu, Tn.
Adi tidak pernah keluar, apalagi bergaul. Setiap ada undangan tidak pernah
datang. Ia mengurung diri di rumah, hidup dalam keterasingan.
·
Takut kehilangan hak.
Contoh : Oyong mempunyai sifat
pemarah, sebentar-bentar menantang orang dan mengajaknya berkelahi. Ia
menganggap lawannya pasti kalah. Ia tak kenal istilah musyawarah, akibatnya
semua teman-temannya perlahan-lahan menjauhinya, sehingga ia terasing dari
pergaulan. Jadi, bila kita renungkan, orang hidup dalam keterasingan karena
takut kehilangan haknya. Seperti halnya Oyong yang merasa takut kehilangan hak
nama baiknya. Ia merasa lebih dari orang lain, sehingga bila ada orang yang
melebihinya, ia segera mengajaknya berkelahi.
Kerinduan.
Kadang-kadang keterasingan disebabkan pula
oleh rasa kerinduan yang begitu hebat baik terhadap keluarga, teman, suasana,atau
bahkan terhadap suatu tempat. Adalah satu hal yang wajar apabila seseorang
yang berada jauh dari keluarga akan merasakan kerinduan yang begitu hebat
terhadap keluarganya. Dalam kondisi yang demikian ini tidak heran kalau
kemudian yang bersangkutan merasa terasing, kendatipun lingkungan sekitarnya
mampu memenuhi kebutuhannya.
Ayat Al-Quran tentang keterasingan
”Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan
sungai. Maka, barang siapa di antara kamu meminum airnya maka ia
bukan golonganku, dan barang siapa yang tidak meminumnya maka ia adalah
golonganku, kecuali yang menciduk seciduk dengan tangannya” (QS.
Al-Baqarah:249)
Kesepian
Kesepian adalah keadaan emosi dan kognitif
yang tidak bahagia yang diakibatkan oleh hasrat akan hubungan akrab tetapi
tidak dapat mencapainya. Individu yang tidak menginginkan teman bukan orang
yang kesepian, tetapi seseorang yang menginginkan teman dan tidak
memilikinyalah orang yang kesepian. Kesepian adalah pengalaman subjektif.
Kesepian juga dideskripsikan sebagai kesakitan sosial - suatu mekanisme psikologis untuk memperingatkan seorang individu atas isolasi yang tidak diinginkan dan memotivasinya untuk mencari hubungan sosial.
Sebagai makhluk sosial, rasanya tidak ada orang yang ingin kesepian, tanpa punya sahabat tempat berbagi perasaan atau juga tidak punya keterikatan emosional dengan pasangan. Orang-orang yang kesepian cenderung menilai dirinya sebagai orang yang tidak berharga dan tidak dicintai. Akhirnya ia pun tidak nyaman berada di lingkungan mana pun.
Selain mendatangkan penyakit, kesepian yang dirasakan seseorang juga bisa membuatnya kedinginan dan mudah terserang flu. Menurut peneliti dari Universitas Toronto, Kanada, orang-orang yang merasa dirinya terasing sering merasa kedinginan di sebuah ruangan bila dibandingkan dengan orang yang bahagia.
Kesepian juga dideskripsikan sebagai kesakitan sosial - suatu mekanisme psikologis untuk memperingatkan seorang individu atas isolasi yang tidak diinginkan dan memotivasinya untuk mencari hubungan sosial.
Sebagai makhluk sosial, rasanya tidak ada orang yang ingin kesepian, tanpa punya sahabat tempat berbagi perasaan atau juga tidak punya keterikatan emosional dengan pasangan. Orang-orang yang kesepian cenderung menilai dirinya sebagai orang yang tidak berharga dan tidak dicintai. Akhirnya ia pun tidak nyaman berada di lingkungan mana pun.
Selain mendatangkan penyakit, kesepian yang dirasakan seseorang juga bisa membuatnya kedinginan dan mudah terserang flu. Menurut peneliti dari Universitas Toronto, Kanada, orang-orang yang merasa dirinya terasing sering merasa kedinginan di sebuah ruangan bila dibandingkan dengan orang yang bahagia.
Penyebab terjadinya kesepian
Dalam hidup ini, banyak perasaan negatif yang dapat membuat hidup orang hancur berkeping-keping. Salah satunya adalah rasa kesepian. Kesepian adalah salah satu perasaan paling tidak nyaman yang dapat dialami oleh seseorang. Kadang-kadang mungkin anda merasa bahwa tidak seorangpun mengasihi anda, bahkan tidak ada seorangpun peduli dengan keberadaan anda
Saya percaya bahwa semua orang pernah
mengalami rasa kesepian karena perasaan ini bisa menyergap siapa saja. Ketika
kita untuk pertama kali menghirup udara dunia, kita merasa sendirian dan
kesepian. Kemudian kita dipeluk dan ditenangkan. Barulah kita sadar bahwa kita
tidak kesepian.
Sebenarnya tidak perlu seorang diri untuk
merasa kesepian. Kita dapat merasa kesepian di tengah kerumunan orang. Kita
dapat merasa sepi walau orang-orang yang ada di sekeliling kita sedang tertawa
bergembira. Kita kesepian karena kita merasa tidak terhubung dengan orang-orang
itu.
Dalam dunia post-modern ini atau tempat hidup
kita sekarang, orang-orang tidak pernah hidup lebih dekat bersama-sama, dan
juga tidak pernah merasa terpisah lebih jauh. Banyak orang kaya namun hidup
kesepian. Orang populer sekaligus kesepian seperti Michael Jackson, misalnya.
Atau yang lebih tragis dimana artis cantik yang diidolakan orang namun bunuh
diri karena merasa kesepian. Itulah salah satu akibat orang kesepian.
Setiap orang bisa mengalami kesepian di suatu
waktu, namun ada penyebab dan jalan keluar yang berbeda untuk hal itu.
Kadang-kadang kita sendiri yang menciptakan buat diri kita, tetapi di lain
waktu kita berada dalam situasi yang tidak dapat dihindari dan tidak dapat
dikendalikan.
Ada empat penyebab dasar dari kesepian.
1.
Penyebab pertama adalah transisi
kehidupan. Transisi yang menyebabkan perubahan sehingga kita merasa kesepian.
Menjadi tua kemudian ditinggalkan anak dapat menciptakan kesepian dalam hidup.
Berganti pekerjaan, sakit keras, pensiun, dapat menimbulkan kesepian.
Setiap pengalaman baru yang kita hadapi dapat menimbulkan
kesepian. Yang membuatnya lebih buruk, kita cenderung mengisolasikan
orang-orang yang sedang sekarat.
2.
Penyebab kedua adalah
keterpisahan. Ketika kita diisolasi dalam pengertian terpisah dari teman-teman
dekat, terpisah dari keluarga anda (dikarenakan karier, praktek kuliah, wajib
militer, atau alasan lainnya) itu dapat menyebabkan kesepian.
Apalagi mereka yang sulit diakses oleh alat komunikasi apapun. Sungguh
mereka akan bisa merasakan kesepian. Keterpisahan lainnya adalah perceraian/putus
hubungan. Ini juga penyumbang besar masalah kesepian dalam masyarakat.
3.
Penyebab ketiga adalah
direndahkan/dipermalukan. Dalam dunia pekerjaan, dunia pendidikan atau dalam
relasi sosial dengan orang lain, bila mendapatkan ucapan yang merendahkan atau
dipermalukan di depan umum akan menimbulkan rasa kesepian yang dalam. Kita
merasa diserang dan kita merasa sendirian karena tidak ada yang membela.
Melewati pengalaman seperti ini menimbulkan perasaan kesepian yang menyakitkan.
Godaan terbesar dari orang yang merasakan kesepian dalam
kondisi ini adalah menarik diri dan membangun tembok anda sendiri. Tetapi,
justru dengan melakukan hal ini hanya akan membuat orang ini semakin kesepian.
4.
Penyebab keempat dari kesepian
adalah penolakan. Kita merasa sakit hati, tidak dianggap, tidak berguna,
tidak bisa diandalkan, tidak dicintai dan lain sebagainya.
Perasaan ini bila tidak diatasi dengan baik,
akhirnya dapat disalah mengerti oleh diri kita sendiri dan membuat kita merasa
kesepian yang sangat. Itulah sebabnya orang yang merasakan kesepian karena
penolakan sulit untuk ditangani. Karena dia sendiri sudah men-stigma dan
men-diskriminasikan dirinya sendiri.
Contoh orang kesepian
·
Menghabiskan waktu untuk menonton
Apakah Anda sering menghabiskan waktu untuk menonton serial televisi hampir
sepanjang hari? Sebuah penelitian menunjukkan, orang yang merasa kesepian
biasanya sering menghabiskan waktu untuk menonton.
·
Kesulitan berada di situasi sosial
Dalam beberapa seri eksperimen, profesor Megan L Knowles menemukan bahwa orang
yang kesepian mungkin memiliki pemahaman yang baik dalam keterampilan sosial,
tetapi mereka merasa tertekan dan bingung bagaimana harus bersikap dalam dunia
nyata.
·
Saat sendiri dirasakan sebagai
kesepian Merasa kesepian sangat berbeda dengan apa yang kita rasakan saat butuh
waktu untuk sendiri atau melakukan "me time". Justru meluangkan waktu
untuk diri sendiri memiliki banyak manfaat. Jika Anda merasa sulit tidur,
dilanda rasa cemas, depresi, atau tak bisa jauh dari televisi dan media sosial
saat sendiri, kemungkinan Anda memang kesepian.
·
Aktif di media sosial Sebuah studi
dari Universitas Michigan menemukan bahwa kita akan makin aktif di media sosial
saat merasa kesepian. Meski media sosial tidak menyebabkan kita kesepian,
melihat kehidupan orang lain di linimasa kita terkadang justru menyebabkan rasa
tidak bahagia.
Ketidak
Pastian
Ketidakpastian adalah sebutan yang
digunakan dengan berbagai cara di sejumlah bidang, termasuk filosofi, fisika, statistika, ekonomika, keuangan, asuransi, psikologi, sosiologi,
teknik, dan ilmu pengetahuan informasi. Ketidakpastian berlaku pada perkiraan masa depan hingga pengukuran fisik yang sudah ada atau yang belum diketahui.
teknik, dan ilmu pengetahuan informasi. Ketidakpastian berlaku pada perkiraan masa depan hingga pengukuran fisik yang sudah ada atau yang belum diketahui.
Penyebab terjadinya ketidak pastian
Obsesi : obsesi merupakan gejala neurosa jiwa,
yaitu adanya pikiran atau perasaan tetentu yang terus mennerus, biasanya
tentang hal-hal yang tidak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh
penderita. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
Phobia : rasa ketakutan yang tak
terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui
sebab-sebabnya.
Kompulasi : adanya keragu-raguan tentang apa
yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan
perbuatan yang serupa berkali-kali.
Histeria : neorosa jiwa yang disebabkan oleh
tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan
syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.
Delusi : menunjukan pikiran yang tidak beres,
karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak
ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman.
Halusinasi : khayalan yang terjadi tanpa
rangsangan pancaindera. Dengan sugesti diri orang dapat juga berhalusinasi.
Keadaan emosi : dalam keadaan tertentu
seseorang sangat berpungaruh oleh emosinya. Ini tampak pada keseluruhan
pribadinya misalnya gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi
cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah.
Contoh ketidak pastian
Jika Anda tidak tahu apakah besok hujan, maka
Anda mengalami ketidakpastian. Bila Anda menerapkan kemungkinan ini pada hasil
memungkinkan yang menggunakan perkiraan cuaca atau penilaian kemungkinan
terkalibrasi, Anda telah memperkirakan ketidakpastian.
Usaha mengatasi ketidak pastian
Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu
bergantung pada mental si penderita. Andaikata penyebabnya sudah diketahui,
kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang
paling baik bagi penderita diajak pergi sendiri ke psikolog.
Ayat – ayat Al-qur’an dalam mengataasi
ketidakpastian
Berikut ini pernyataan Al-Quran tentang mengatasi
ketidakpastian atau keragun dalam contoh keraguan terhadap kitab suci Al-Quran
yaitu : Al-Baqarah (2) : 23
وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَى
عَبْدِنَا فَأْتُواْ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ وَادْعُواْ شُهَدَاءكُم مِّن دُونِ اللّهِ
إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
” Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang
Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat
(saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah,
jika kamu orang-orang yang benar”
DAFTAR PUSTAKA
