Rabu, 06 Juli 2022

PROGRAM DATABASE MAHASISWA MENGGUNAKAN DELPHI & MICROSOFT ACCESS

 

Pengertian Borland Delphi

Borland Delphi7 merupakan suatu bahasa pemrograman yang memberikan berbagai fasilitas pembuatan aplikasi visual. Keunggulan bahasa pemrograman ini terletak pada produktifitas, kualitas, pengembangan, perangkat lunak, kecepatan kompailer, pola desain yang menarik serta diperkuat dengan pemrogramannya yang terstruktur. Keunggulan lain dari Delphi adalah dapat digunakan untuk merancang program aplikasi yang memiliki tampilan seperti aplikasi lain yang berbasis Windows. Khusus untuk pemrograman database. Borland Delphi menyediakan fasilitas objek yang kuat dan lengkap yang memudahkan programer dalam membuat program. Format database yang dimiliki Delphi adalah format database Paradox, dBase, MS.Access, ODBC, SyBASE, dan lain-lain. Dan Borland Delphi adalah suatu bahasa pemograman development language yang digunakan untk merancang suatu aplikasi program. Dan Borland Delphi 7 merupakan suatu bahasa pemrograman yang memberikan berbagai fasilitas pembuatan aplikasi untuk mengolah teks, grafik, angka, database dan aplikasi web.

Sejarah Borland Delphi

Borland Delphi dirilis pertama kali pada bulan Februari 1995 oleh Charlie Calvert dan Zack Urlocker. Mareka berdua tergabung dalam Borland International Corporation. Kemudian pada tahun 1996 dirilis kembali Delphi 2. Sekarang sudah mencapai perkembangannya sampai dengan Delphi 10.
Delphi merupakan bahasa pemrograman berbasis Windows yang dikembangkan dari bahasa Pascal. Tetapi bukan berarti untuk mempelajari bahasa pemrograman Delphi harus mempelajari Pascal terlebih dahulu, karena Borland Delphi sudah dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan bagi seorang pemula untuk merancang aplikasi berbasis Windows dengan Borland Delphi, mulai dari sebuah program sederhana sampai dengan program yang berbasiskan client/server atau jaringan. Delphi, termasuk aplikasi yang dapat digunakan untuk mengolah teks, grafik, angka, database dan aplikasi web.

Kelebihan Dan Kekurangan Borland Delphi

Kelebihan :
  1. Mudah digunakan
  2. Size yang kecil
  3. Fitur unik
  4. Dapat di akses di berbagai format
  5. Komponennya didukung oleh banyak Third Party Software
Kekurangan :
  1. Kompatibilitas bahasa yang kurang baik
  2. Tidak dapat berjalan di sistem operasi yang tidak didukung
 Program Mahasiswa

  Untuk tampilan programnya seperti diatas, jadi dalam program ini dibuat menggunakan Delphi dan Microsoft Access sebagai databasenya. Untuk menghubungkan databasenya kita menggunakanADOTable kemudian ada kolom seperti Nama, NPM, Jenis Kelamin, Agama, dan juga alamat. Untuk tabel Nama, NPM, dan juga alamat menggunakan Edit Text sebagai inputannya, Kemudian untuk Jenis Kelamin disini menggunakan RadioButton yang bisa dipilih salah satu, Kemudian untuk Tabel Agama menggunakan ComboBox yang bisa memuat beberapa inputan yang sudah tersedia berupa Array. Terakhir ada 4 Button yang mana setiap button punya fungsinya masing-masing Seperti "TAMBAH" untuk menambah data, kemudian ada "EDIT" untuk mengedit data yang salah, lalu ada "DELETE" untuk menghapus data dan terakhir ada "CANCEL" jika inputan data ingin dikosongkan.

Button TAMBAH

Source Code Button "TAMBAH"

begin
  if RadioButton1.Checked = true then
    begin
     jeniskelamin := 'Laki - Laki'
    end
  else if RadioButton2.Checked = true then
    begin
      jeniskelamin := 'Perempuan'
    end;
ADOTable1.FieldByName('Nama').AsString  := Edit1.Text;
ADOTable1.FieldByName('NPM').AsString  := Edit2.Text;
ADOTable1.FieldByName('Jenis Kelamin').AsString  := jeniskelamin;
ADOTable1.FieldByName('Agama').AsString  := ComboBox1.Text;
ADOTable1.FieldByName('Alamat').AsString  := Edit3.Text;
ADOTable1.Post;
Edit1.Text := '';
Edit2.Text := '';
Edit3.Text := '';

end;

    Jadi untuk Button "TAMBAH" berfungsi untuk menginput data mahasiswa yang dimana disini Button mengambil data dari RadioButton untuk jenis kelamin. EditText untuk Nama,NPM, dan juga Alamat dan ComboBox untuk agama, kemudian setelah itu data akan disimpan dengan Post pada ADOTable tersebut jadi otomatis data akan langsung masuk ke database yang telah dibuat.


Button EDIT


Source Code Button "EDIT"

begin
  if Button2.Caption = 'EDIT' then
    begin
      Edit1.Text := ADOTable1.FieldByName('Nama').AsString;
      Edit2.Text := ADOTable1.FieldByName('NPM').AsString;
      jeniskelamin := ADOTable1.FieldByName('Jenis Kelamin').AsString;
      ComboBox1.Text := ADOTable1.FieldByName('Agama').AsString;
      Edit3.Text := ADOTable1.FieldByName('Alamat').AsString;
      Button2.Caption := 'EDITED';
    end
  else if Button2.Caption = 'EDITED' then
    begin
      if RadioButton1.Checked = true then
        begin
          jeniskelamin := 'Laki - Laki';
        end
      else if RadioButton2.Checked = true then
        begin
          jeniskelamin := 'Perempuan';
        end;
      ADOTable1.Edit;
      ADOTable1.FieldByName('Nama').AsString := Edit1.Text;
      ADOTable1.FieldByName('NPM').AsString := Edit2.Text;
      ADOTable1.FieldByName('Jenis Kelamin').AsString := jeniskelamin;
      ADOTable1.FieldByName('Agama').AsString := ComboBox1.Text;
      ADOTable1.FieldByName('Alamat').AsString := Edit3.Text;
      ADOTable1.Post;
      Button2.Caption := 'EDIT';

    Jadi untuk Button "EDIT" digunakan untuk mengubah data yang salah atau ingin diubah. Disini Button mengambil data dari ADOTable kemudian user bisa mengubah data sesuai dengan keinginannya.


Source Code Button "DELETE"

begin
  ADOTable1.Delete;
end;

    Untuk button delete ini sangat simpel, karena hanya untuk menghapus database yang diinginkan. Jadi data yang telah dihapus tidak akan muncul lagi pada tabel.


Button CANCEL




Source Code Button "CANCEL"

begin
  Edit1.Text := '';
  Edit2.Text := '';
  Edit3.Text := '';
end;

    Untuk button cancel ini digunakan untuk mengosongkan data jika ada salah input maupun malas menghapus satu-satu data.

KESIMPULAN
    
    Program Database Mahasiswa ini sangat simpel namun bisa digunakan pada saat belajar Delphi dengan menggunakan Microsoft Access sebagai Databasenya walapun interfacenya kurang memadai namun untuk aplikasi lawas ini tergolong cukup.


Sabtu, 09 April 2022

RANGKUMAN KOMPUTASI PARALEL UNTUK PENGOLAHAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA

 KOMPUTASI PARALEL UNTUK PENGOLAHAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA 

Pendahuluan 

Pada institusi perguruan tinggi, tiap semester dilakukan pengolahan data nilai mahasiswa, untuk mendapatkan Indeks Prestasi Semester (IPS) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Kompleksitas pekerjaan untuk mengolah data ini tergantung dari jumlah mahasiswa, jumlah mata kuliah, dan jumlah parameter penilaian. Suatu mata kuliah memiliki minimal dua parameter penilaian, yaitu nilai Ujian Tengah Semester (UTS) dan nilai Ujian Akhir Semester (UAS). Selain itu ada parameter opsional, seperti nilai tugas, kuis dan proyek. Bobot masing-masing parameter ini ditentukan oleh dosen yang mengampu mata kuliah sesuai dengan peraturan akademik, dan ini berarti bobot penilaian tidak harus seragam. Dengan demikian jelaslah bahwa perhitungan IPS dan IPK mahasiswa bukanlah suatu pekerjaan mudah yang dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat. 

Saat ini pengolahan data nilai mahasiswa di institusi perguruan tinggi umumnya dilakukan dengan bantuan komputer. Makin banyak data yang diproses, waktu yang dibutuhkan untuk pengolahan juga akan makin besar. Nilai IPS dibutuhkan untuk menentukan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang boleh diambil seorang mahasiswa di semester berikutnya, dan nilai IPK dibutuhkan untuk menentukan peringkat prestasi seorang mahasiswa. Dengan demikian baik proses perhitungan nilai IPS ataupun IPK harus dilakukan dengan akurat dan dalam waktu yang singkat, atau dengan perkataan lain dibutuhkan suatu teknik pengolahan data dengan kinerja komputasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja komputasi sekuensial yang umumnya digunakan selama ini. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja komputasi adalah dengan menggunakan komputasi paralel yang memungkinkan sejumlah komputer bekerja secara bersamasama untuk mencari solusi atas suatu masalah. 

Studi Pustaka 

A. Arsitektur Komputer Paralel  

Berdasarkan aliran instruksi dan aliran data, menurut Flynn, komputer dapat dikategorikan ke dalam 4 (empat) kelompok, yaitu Single-Instruction Stream, Single Data Stream (SISD), Single Instruction Stream, Multiple Data Stream (SIMD), Multiple Instruction Stream, Single Data Stream (MISD), dan Multiple Instruction Stream, Multiple Data Stream (MIMD) [3][4]. Sistem komputer paralel termasuk dalam kelompok MIMD. Kelompok ini memiliki sejumlah prosesor yang masing-masing beroperasi pada sejumlah data. 

B. Topologi Jaringan Komputer  

Saluran interkoneksi untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya dapat memiliki berbagai topologi, misalnya topologi bus, topologi ring, topologi star, topologi mesh, dan topologi tree [5]. Topologi bus, ring dan star ditunjukkan pada Gambar 1, 2, dan 3. Topologi bus bisa dikatakan sebagai topologi yang paling sederhana dibandingkan dengan topologi lainnya. Topologi bus hanya menggunakan sebuah kabel jenis coaxial di sepanjang node (komputer) dan pada umumnya ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan konektor T sebagai kabel end to end. 

Metode Penelitian 

Penelitian diawali dengan pemahaman lebih lanjut mengenai komputasi paralel dan cara membangun virtual platform menggunakan perangkat lunak yang dinamakan MPI, kemudian ditentukan jumlah prosesor dan topologi interkoneksi yang akan digunakan. Tahap berikut adalah membuat interkoneksi antar-komputer dan membentuk virtual platform. Kemudian ditentukan cara pendistribusian data ke semua prosesor dalam sistem, sehingga beban kerja pada masing-masing prosesor seimbang, dengan harapan semua prosesor akan dapat menyelesaikan kerjanya dalam waktu yang relatif sama. 

Tahap pengujian dilakukan melalui simulasi model pengujian. Data uji yang digunakan disesuaikan dengan data untuk menghitung prestasi akademik mahasiswa. Pengujian menggunakan data fiktif yang dibentuk di awal pengujian sebanyak 8156 mahasiswa dan rata-rata telah menempuh tujuh sampai delapan semester perkuliahan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan satu komputer sebagai server basis data dan empat komputer lainnya untuk menjalankan proses perhitungan. Dalam pengujian diukur besarnya waktu yang dibutuhkan untuk menghitung prestasi akademik mahasiswa menggunakan satu prosesor, dan menggunakan dua, tiga, dan empat prosesor dengan jumlah proses paralel yang berbeda, yaitu satu, dua, tiga, empat, dan delapan. Dari hasil pengukuran dapat dihitung peningkatan kinerja komputasi paralel dengan menggunakan relative speedup sebagai metrik. Tahap terakhir adalah melakukan analisis dari hasil pengujian. 

Kesimpulan 

Dari penelitian ini dapat disimpulkan:  

  1. Nilai relative speedup yang lebih tinggi mencerminkan kinerja komputasi yang lebih baik dan waktu komputasi lebih singkat.  
  2. Komputasi paralel mampu memberikan kinerja komputasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kinerja komputasi sekuensial dalam pengolahan prestasi akademik mahasiswa. 
  3. Peningkatan nilai relative speedup sejalan dengan penambahan jumlah komputer paralel / prosesor dan jumlah proses paralel. Penambahan jumlah proses paralel tanpa menambah jumlah komputer paralel / prosesor tidak memberikan peningkatan nilai relative speedup yang signifikan, seperti pada model pengujian kelima. 

 

 

Sumber: