Ilmu
Budaya Dasar
Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang
mempelajari dasar dasar dan pengertian tentang konsep yang dikembangkan untuk
mengkaji masalah-masalah kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan di Indonesia
sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang berasal dari istilah bahasa
Inggris The Humanities. Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dari
bahasa Latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi, berbudaya dan halus
(refined). Dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang akan bisa
mcnjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus.
Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Tujuan
Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Berpijak dari hal diatas, tujuan utama mata kuliah ilmu budaya dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Berpijak dari hal diatas, tujuan utama mata kuliah ilmu budaya dasar adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan pemikiran, khususnya berkenaan dengan kebudayaan, agar daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya mahasiswa dapat menjadi lebih halus. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan
budaya, sehingga mereka lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru,
terutama untuk kepentingan profesi mereka.
Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas
pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan
daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal
tersebut.
Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar
mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki
satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam
berkomunikasi.
Dengan ringkas dapat disebutkan bahwa tujuan IBD secara umum adalah :
Dengan ringkas dapat disebutkan bahwa tujuan IBD secara umum adalah :
Pembentukan dan pengembangan kepribadian serta
perluasan wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala
yang timbul dalam lingkungan, khususnya gejala-gejala yang berkenaan dengan
kebudayaan dan kemanusiaan, agar daya tanggap, persepsi dan penalaran berkenaan
dengan lingkungan budaya dapat diperluas.
Ruang
Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dalam kerangka tujuan yang telah
ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk
menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), kedua
masalah pokok itu adalah :
Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan
ungkapan masalah kemanusian dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan
pengetahuan budaya (The Humanities), Baik dari segi masing-masing keahlian
(Disiplin), didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (Antar Bidang)
berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi
yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan
tempat.
Kedua Pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah
IBD (Ilmu Budaya Dasar), Nampak jelas bahwa manusia menepati posisi sentral
dalam pengkajian.
Manusia tidak hanya sebagai objek pengkajian,
bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dan bagaimana pula
hubungan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD, pokok-pokok bahasa yang
dikembangkan adalah :
·
Manusia Dan Harapan
·
Kepercayaan
·
Harapan
·
Manusia Dan Kegelisahan
·
Keterasingan
·
Kesepian
·
Ketidakpastian
·
Manusia Dan Tanggung Jawab Serta
Pengabdian
·
Kesadaran
·
Pengorbanan
·
Manusia Dan Pandangan Hidup
·
Cita-Cita
·
Kebijakan
·
Manusia Dan Cinta Kasih
·
Kasih Sayang
·
Kemesraan
·
Pemujaan
·
Manusia Dan Keindahan
·
Renungan
·
Kehalusan
·
Manusia Dan Penderitaan
·
Rasa Sakit
·
Siksaan
·
Kesengsaraan
·
Manusia Dan Keadilan
·
Kejujuran
·
Pemulihan Nama Baik
·
Pembalasan
Manusia
Manusia atau orang dapat diartikan
berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan,
atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang
berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari
golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan
tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi
yang, dalam agama,
dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup;
dalam mitos,
mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan,
mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya,
organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta
perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk
membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Hakekat manusia
Manusia memiliki beberapa hakekat, yaitu antara lain:
1. Makhluk
yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhannya.
2. Individu
yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku
intelektual dan sosial.
3. yang
mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol
dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
4. Makhluk
yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai
(tuntas) selama hidupnya.
5. Individu
yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan
dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk
ditempati
6. Suatu
keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan
potensi yang tak terbatas
7. Makhluk
Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan
jahat.
8. Individu
yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia
tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam
lingkungan sosial.
Kepribadian
Bangsa Timur
Manusia dimuka bumi ini mendiami wilayah yang berbeda,
ada yang mendiami wilayah timur, wilayah barat dan wilayah timur tengah. Hal
ini membuat kebiasaan, adat istiadat, kebudayaan dan kepribadian setiap manusia
suatu wilayah berbeda dengan yang lainnya. Negara Indonesia termasuk ke dalam
bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Bangsa
Timur dikenal dunia sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat. Orang-orang dari
wilayah lain sangat suka dengan kepribadian bangsa Timur, mengapa? Karena
mereka senang dengan kepribadian bangsa Timur yang tidak individualis dan
saling tolong menolong.
Kepribadian bangsa timur dapat diartikan suatu sikap
yang dimiliki oleh suatu negara yang menentukan penyesuaian dirinya terhadap
lingkungan. Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang
mempunyai sifat toleransi yang tinggi. Kepribadian bangsa timur, kita tinggal
di Indonesia termasuk ke dalam bangsa timur, dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian
baik. Di dunia bangsa timur dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat.
Bangsa timur identik dengan benua asia yang
penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula
yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian besar cara berpakaian orang timur
lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang timur kebanyakan memeluk agama
islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku. Namun di zaman yang
sekarang ini orang timur kebanyakan meniru kebiasaan orang barat. Kebiasaan
orang barat yang tidak sesuai atau bertentangan dengan kebiasaan orang timur
dapat memengaruhi kejiwaan orang timur itu sendiri.
Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa
Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budia atau
akal); diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.
Unsur-unsur Kebudayaan
Kebudayaan secara universal atau keseluruhan memiliki
unsur – unsur tertentu, menurut C.Kluckhohn dapat diuraikan sebagai berikut
ini:
1. Unsur
Bahasa
Unsur Unsur Kebudayaan
Bahasa merupakan cara ucap manusia. Pengucapan yang
elok dan merupakan salah satu elemen yang sudah menjadi tradisi. Terus menerus
diturun temurunkan sehingga antar manusia di suatu kelompok atau daerah atau
bangsa dapat melakukan komunikasi dengan cara mereka sendiri. Bahasa juga
digunakan untuk mengadaptasi tradisi. Dibagi menjadi dua, yaitu bahasa ucapan
dan bahasa tulisan.
Contohnya, di Indonesia terdiri dari banyak pulau,
adat, suku, dan kelompok etnis. Ada Jawa, Bugis, Dayak, Batak, dan lain – lain.
Dari masing – masingnya itu mempunyai bahasa sendiri – sendiri dan berbeda dari
bahasa yang lainnya.
2. Sistem
Kepercayaan
Unsur Unsur Kebudayaan
Sistem ini sangat penting karena merupakan salah satu
yang dijadikan pegangan oleh manusia dalam menjalani kehidupannya. Selain itu,
kepercayaan juga akan menghubungkan manusia dengan penciptanya, membuat hal –
hal yang terlihat mustahil bisa diterima akal sebagai wujud keajaiban dan
anugrah dari Tuhan.
Contohnya, Ababil tinggal di Aceh yang notabene
masyarakatnya mayoritas adalah muslim. Ia pun menjalani kehidupan sebagai
seorang yang beraga islam. Ababil melaksanakan solat lima waktu di masjid,
berpuasa menahan haus dan lapar saat Ramadhan, dan setiap hari dia pun berdoa
mengharapkan semua yang ia cita – citakan dapat tercapai. Ia percaya bahwa
Tuhan akan mengabulkan permohonannya.
3. Ilmu
pengetahuan
Unsur Unsur Kebudayaan
Sistem pengetahuan dibutuhkan dalam kebudayaan untuk
memenuhi rasa ingin tahu manusia terhadap suatu hal. Ilmu ada bermacam – macam
dan memiliki peran tersendiri di setiap bidangnya. Dengan adanya ilmu
pengetahuan kehidupan manusia bisa terbantu dan lebih maju dari waktu ke waktu.
Tanpanya, kehidupan tidak akan berlangsung sampai seperti hari ini.
Sistem ilmu pengetahuan dibagi ke dalam lima hal:
– Pengetahuan Alam
Alam yang ditempati oleh manusia ini begitu luas. Tak
hanya bumi saja, tetapi sejagat raya. Untuk itu, ilmu alam sangat penting,
supaya keteraturan tempat tinggal manusia ini bisa dijaga. Di dalamnya terdapat
pengetahuan tentang bumi, astronomi, gejala alam, dan lain – lain. Ilmu alam
pada masa dulu diperoleh dengan cara bertani, berburu, berlayar, dan kegiatan
sehari – hari lainnya.
– Pengetahuan Tumbuhan
Ilmu pengetahuan ini pada dasarnya sama dengna ilmu
pertanian. Pengetahuan mendasar yang semua orang tahu tentang tumbuhan adalah
tumbuhan ada untuk menjadi pelengkap dan dijadikan bahan makanan untuk bertahan
manusia maupun hewan.
– Pengetahuan Binatang
Tidak berbeda jauh dari tumbuhan, dalam kebudayaan
manusia dimanapun kehadiran hewan di muka bumi ini untuk menunjang
keberlangsungan kehidupan manusia. Untuk bahan makanan, kesenangan, teman, dan
peliharaan. Ilmu pengetahuan di dalamnya mencakup bagaimana cara berburu hewan,
melestarikan hewan, ilmu nelayan, dan bagaimana cara terbaik untuk bisa
memanfaatkannya.
– Pengetahuan Tubuh Manusia
Pengetahuan tubuh manusia pada dasarnya diguakan untuk
menganalisis tentang kesehatan manusia. Dengan mengetahui struktur tubuh, letak
organ, susunan tulang, dan uratnya penyakit lebih mudah untuk diidentifikasi.
Dengan begitu pertolongan pertama dapat segera diberikan untuk mencegah
penyakit menjadi lebih parah.
– Pengetahuan Sifat dan Tingkah Laku Manusia
Hal ini diperlukan agar kehiduapn dapat terjaga
kedamaiannya. Melalui analisis tingkah laku, manusia satu dengan yang lainnya
dapat saling memahami. Meskipun ada beberapa sifat dan tingkah laku manusia
yang sifatnya alami, budaya turut mengatur melalui nilai – nilai norma, adat
isitadat, hukum adat, dan peraturan tertentu yang telah disepakati secara turun
temurun.
– Pengetahuan Ruang dan Waktu
Pengetahuan ini mempunyai fungsi untuk menghitung,
mengukur, dan melakukan penanggalan. Contohnya adalah untuk menentukan bulan,
tanggal, dan tahun. Pada kebudayaan Jawa, contohnya untuk menentukan pasaran
seperti Kliwon, Legi, dan Wage.
4. Sistem
Teknologi
Unsur Unsur Kebudayaan
Hadirnya sistem ini menjadi sistem peralatan dan
perlengkapan manusia dalam menjalani hidupnya. Koentjaraningrat membagi macam –
macam teknologi menjadi alat – alat produksi, wadah, senjata, makanan, minuman,
pakaian, rumah, dan transportasi. Sistem teknologi yang dilihat hari ini
merupakan perkembangan dari teknologi masa lalu yang sifatnya sederhana.
Contohnya, dahulu kapak potong sudah merupakan
teknologi canggih, kini telah tergantikan dengan mesin potong yang sudah
bekerja otomatis. Dahulu rumah hanya berbentuk gubug dan cukup untuk bisa
berteduh saja. Kini rumah telah berkembang menjadi gedung dan hotel.
5. Sistem
Kemasyarakatan / Kekerabatan
Unsur Unsur Kebudayaan
Sistem kekerabatan sangat kental dalam unsur ini.
Sistem kemasyarakatan masih digunakan manusia hingga sampai sekarang untuk
bersosialisasi dan menjalin hubungan. Hingga saat ini, ada beberapa wilayah dan
negara yang memakai sistem kekerabatan seperti Amerika Latin, Afrika, dan
Oseanis.
Menurut L.H Morgan, ada beberapa macam sistem
kekerabatan yaitu garis parental (keturunan ayah dan ibu), garis alternered
yang mengajarkan bahwa perempuan dan laki – laki berkedudukan sama, dan garis
keturunan ibu yang mana kedudukan perempuan lebih tinggi dari laki – laki.
6. Sistem
Ekonomi / Mata Pencaharian
Unsur Unsur Kebudayaan
Sistem Ekonomi kebudayaan Indonesia secara garis besar
terdiri dari berburu dan meramu, beternak, bercocok tanam, menangkap ikan, dan
sistem irigasi atau pengairan. Hingga sekarang sistem ini berkembang lagi.
Misalnya adalah, dari bercocok tanam atau bertani, berlanjut kepada sistem
perdagangan dan bisnis pengolahan makanan.
7. Kesenian
Unsur Unsur Kebudayaan
Seni merupakan suatu ekspresi terhadap keindahan.
Koentjaraningrat membagi seni menjadi dua yaitu seni rupa dan seni suara. Seni
masih bisa dibagi menjadi bermacam – macam tak hanya dua jenis itu saja, masih
ada seni musik, seni tari, seni terapan, seni murni, dan lain – lain. Seni juga
merupakan bagian dari kebudayaan, contoh nyatanya adalah peran seni musik, seni
rupa, dan tari dalam upacara adat.
Ciri Ciri Kebudayaan
Secara umum ciri – ciri kebudayaan adalah sebagai
berikut ini:
–
Kebudayaan dapat dipelajari
–
Kebudayaan dapat diwariskan
–
Kebudayaan hidup dan berkembang dalam
masyarakat
–
Kebudayaan dapat berubah
–
Kebudayaan bersifat terintegrasi
Untuk kebudayaan daerah, ia memiliki ciri – ciri
tersendiri, yaitu:
–
Terdapat peninggalan sejarah
–
Adanya unsur kepercayaan
–
Terdapat bahasa dan seni khas daerah
–
Dianut oleh penduduk dalam daerah tersebut
–
Terdiri dari unsur kebudayaan tradisional
dan kebudayaan asli
–
Memiliki adat istiadat
–
Bersifat kedaerahan
Seperti kebudayaan daerah, kebudayaan nasional pun
memiliki ciri – cirinya tersendiri:
–
Terdapat unsur – unsur yang bisa
menyatukan bangsa
–
Mencerminkan kehidupan bangsa
–
Kebanggaan seluruh rakyat Indonesia
–
Adanya unsur budaya daerah yang diakui
secara nasional
Wujud
Kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat, wujud kebudayaan
terbagi atas beberapa hal, yaitu:
1. Nilai
Budaya
Nilai – nilai ini dipelajari oleh masyarakat sejak
kecil, sulit untuk digoyahkan dan menghasilkan gagasan di kemudian hari. Dapat
berupa buah pikiran, tingkah laku, maupun benda – benda tertentu.
2. Sistem
Budaya
Sifatnya abstrak, dalam perwujudannya berpola dan
berdasarkan sistem tertentu.
3. Sistem
Sosial
Kebudayaan dalam sistem sosial sifatnya konkret dan
dapat diabadikan. Sistem ini menggambarkan tingkah laku manusia yang terus
berjalan dengan pola tertentu dan aturan tertentu.
4. Kebudayaan
Fisik
Artinya memiliki bentuk dan bisa dilihat. Misalnya
saja hasil budaya seperti candi, baju adat, gamelan, dan benda – benda sejarah
lainnya.
Orientasi
nilai Budaya
Pada dasarnya, kebudayaan berfungsi untuk mengatur
masyarakatnya, tentang bagaimana harus bertindak dan menentukan sikap saat
dihadapkan pada sesuatu, sehingga kehidupan menjadi lebih selaras. Fungsi
lainnya yaitu:
1. Memenuhi
Kebutuhan Masyarakat
Fungsi Kebudayaan
Budaya bukan hanya persoalan adat istiadat, tapi juga
pola perilaku. Termasuk dalam bagaimana masyarakat tersebut dapat bertahan
hidup dengan memenuhi kebutuhan hidupnya. Seperti berkebun untuk masyarakat
pegunungan dan para pencari ikan di daerah pesisir pantai. Keduanya bertahan
hidup dengan kebudayaan dan tata caranya sendiri yang berfungsi sebagai
pemenuhan kebutuhan hidupnya.
2. Mendorong
Perubahan Masyarakat
Fungsi Kebudayaan
Kebudayaan dapat digunakan untuk merubah masyarakat.
Terutama berlaku untuk kebudayaan baru yang mulai masuk pada ranah masyarakat
tertentu. Contoh nyatanya adalah Budaya Korea yang masuk ke Indonesia, sedikit
banyak merubah pola perilaku sebagian masyarakat yang menyukai kebudayaan
tersebut. Baik diwujudkan dalam gaya hidup, bahasa, maupun kesenian.
Perubahan Kebudayaan
adalah perubahan yang terjadi dikarenakan adanya
ketidaksesuaian terhadap unsur-unsur budaya. Perubahan kebudayaan biasanya
terjadi karena adanya ketidakserasian terhadap fungsi yang ada pada kehidupan.
Seiring dengan berkembangnya zaman maka perubahan kebudayaan akan terus
terjadi, hal ini dikarenakan perubahan kebudayaan terjadi untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat.
Perubahan kebudayaan merupakan cara baru dalam upaya
perbaikan terhadap bagaimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya. Perubahan
kebudayaan mencakup berbagai hal mulai dari kesenian, teknologi, ilmu
pengetahuan, bahkan sistem kemasyarakatan. Para ahli mengemukakan pendapat
mengenai pengertian perubahan kebudayaan. Berikut ini pengertian perubahaan
kebudayaan menurut para ahli.
1. Samuel
Koenig
Samuel Koenig mengemukakan pendapatnya bahwa perubahan
kebudayaan yaitu suatu cara untuk memodifikasi hal yang ada pada pola-pola
kehidupan manusia. Adapun terjadinya sebuah modifikasi disebabkan karena faktor
internal maupun eksternal. (baca juga: Pengertian Budaya)
2. Selo
Soemardjan
Selo Soemardjan mengemukakan pendapatnya bahwa
perubahan kebudayaan adalah semua perubahan yang terjadi pada lembaga
kemasyarakatan yang dapat mempengaruhi suatu sistem sosial, baik itu sikap,
nilai-nilai, maupun pola perilaku seseorang yang ada diantara kelompok dalam
masyarakat.
3. John
Lewin Gillin dan John Philip Gillin
Menurut John Lewin Gillin dan John Phillip Gillin,
perubahan kebudayaan adalah cara hidup yang bervariasi yang terjadi karena disebabkan
oleh perubahan kondisi geografis termasuk ideologi , komposisi penduduk. (baca
juga: Pemberontakan PKI Madiun)
Kaitan
Antara Manusia dengan
Kebudayaan
1. Kebudayaan-kebudayaan
khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan
Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di
Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
2. Cara
hidup di kota dan di desa yang berbeda (urban dan rural ways of life)
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan
seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan
berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak
desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai (sense
of value)
3. Kebudayaan-kebudayaan
khusus kelas sosial
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita
kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara
berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu
senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama,
menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
4. Kebudayaan
khusus atas dasar agama
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun
melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
5. Kebudayaan
berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan
kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana
kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai
kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga
sudah biasa berpindah tempat tinggal.
Pendekatan
Kesusastraan
Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta
śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau
"pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi"
atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk
merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki
arti atau keindahan tertentu.
Yang agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan
sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar
teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau
abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai
orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi
menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak
banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana
untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Ilmu
Budaya Dasar yang dibubuhkan dengan prosa
Adapun kaitan IBD dengan prosa yakni, prosa dapat
memberikan informasi dan wawasan hal ini besar kaitannya dengan konsepsi IBD
yang saya sampaikan diatas.
Salah satu jenis prosa yang saya akan jelaskan adalah
prosa lama yaitu sejarah, sejarah yang saya sampaikan adalah penggalan dari
sejarah kemerdekaan Indonesia,
Nilai–nilai
Dalam Prosafiksi
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak
mau lcarya sastra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral,
pesan atau cerita. Dengan pezicataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang
diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat
sastra antara lain :
1. Prosa
fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dan membaca
fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri
peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat
mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang
belum dikunjunginya atau yang tak mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca
juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau
mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.
2. Prosa
fiksi memberikan infonnasi
Fiksi memberikan sejenis infonnasi yang tidak terdapat
di dalam ensildopedi. Dalam novel sexing kita dapat belajan sesuatu yang lebih
datipada sejarah atau laporan jumalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan
masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing
sama sekali.
3. Prosa
fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan
sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
4. Prosa
memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan
berdasarkan pengalaman¬pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga
memungkinkan labih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau
rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam
kehidupan sendiri.
Cinta
Kasih dan Kasih Sayang
1.
Cinta
Cinta adalah rasa sangat mengasihi dan sayang, atau
sangat tertarik hatinya. Adapun dari segi bahasa, cinta adalah ungkapan
perasaan jiwa, ekspresi hati dan gejolak naluri yang menggelayuti hati
seseorang terhadap kekasihnya. Sedangkan menurut Kahlil Gibran, cinta ialah
perasaan untuk dirinya sendiri. Cinta adalah kekuatan manusia yang paling
tinggi. Ekspresi cinta dapat termasuk cinta kepada ‘jiwa’ atau pikiran, cinta
hukum dan organisasi, cinta badan, cinta alam, cinta makanan, cinta uang, cinta
belajar, cinta kuasa, cinta keterkenalan, dll. Cinta lebih berarah ke konsep
abstark lebih mudah dialami daripada dijelaskan.
Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan
pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan
perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan sentiasa
berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan,
kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian
abad ke 21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin
digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:
·
Perasaan terhadap keluarga
·
Perasaan terhadap teman-teman, atau philia
·
Perasaan yang romantis atau juga disebut
asmara
·
Perasaan yang hanya merupakan kemahuan,
keinginan hawa nafsu atau cinta eros
·
Perasaan sesama atau juga disebut kasih
sayang atau agape
·
Perasaan tentang atau terhadap dirinya
sendiri, yang disebut narsisisme
·
Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
·
Perasaan terhadap negaranya atau
patriotism
·
Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme
Cinta adalah perasaan dimana setiap orang
dapat menunjukkan rasa kepeduliannya terhadap seseorang.Cinta yang
menghubungkan tali kedekatan setiap manusia. Kasih sayang adalah salah satunya.
Kasih sayang adalah penunjuk akan sebuah cinta, yang menghubungkan rasa kasih
dan sayangnya pada seseorang yang dekat dengannya. Ada pula yang menyebutkan
cinta itu berbeda dengan kasih sayang. Namun, sebenarnya itu kurang tepat,
karena cinta adalah kasih sayang. Tapi kasih sayang itu belum tentu dapat
dikatakan cinta.
2. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar ‘mesra’, yang
artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara
pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang telah mendalam. Cinta yang
berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah
perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia.
Kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan
bakatnya. Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan
suka kepada seseorang. Dengan perasaan cinta dan suka kepada seseorang itu
berkembang dan mengikat dan membentuk sebuah embrio yang disebut dengan cinta.
Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia
untuk saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian.
Dengan cinta yang sudah dibentuk dan terbentuk itu akan menciptakan suatu
kemesraan. Kemesraan cintan membuat orang semakin saling mencintai dan
dicintai. Kemesraan adalah hubungan akrab baik antara pria dan wanita yang
sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Pada akhirnya dengan
perpaduan kasih sayang, cinta dan kemesraan tersebut akan menciptakan suatu
keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga maupun dalam menjalin hubungan
cinta dengan kekasih kita.
Ada pula, Tingkatan kemesraan dapat dibedakan
berdasarkan umur, yaitu:
•
Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi
dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki
kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
•
Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara
pasangan suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun tahun wal
perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa sudah agak lama biasanya
semakin berkurang.
•
Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan
bagi manusia berbeda dengan pada usia sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan
dengan jalan – jalan dan sebagainya.
3. Pemujaan
Pemujaan adalah dimana kita memuja atau mengagungkan
sesuatu yang kita senangi. Pemujaan dapat dilakukan dalam berbagai aspek
seperti memuja pada leluhur,memuja pada agama tertentu dan kepercayan yang
ada.seperti Pemujaan pada leluhur adalah suatu kepercayaa bahwa para leluhur
yang telah meninggal masih memiliki kemampuan untuk ikut mempengaruhi
keberuntungan orang yang masih hidup. Dalam beberapa budaya Timur, dan tradisi
penduduk asli Amerika, tujuan pemujaan leluhur adalah untuk menjamin kebaikan
leluhur dan sifat baik pada orang hidup, dan kadang-kadang untuk meminta suatu
tuntunan atau bantuan dari leluhur. Fungsi sosial dari pemujaan leluhur adalah
untuk meningkatkan nilai-nilai kekeluargaan, seperti bakti pada orang tua,
kesetiaan keluarga, serta keberlangsungan garis keturunan keluarga.
Pemujaan dimulai sejak manusia dilahirkan dengan akal
yang dimilikinya. Manusia telah berfikir kritis tentang alam dan kejadiannya.
Hal ini dapat diwujudkan dengan mengagumi dan bersyukur kepada Sang Pencipta.
Dalam mencari bentuk-bentuk pemujaan dapat berupa ibadah sebagai media
komunikasi antara manusia dengan Tuhan, membangun tempat ibadah yang
sebaik-baiknya, mencipta lagu, puisi, novel, film, dan sebagainya yang bertema
mencintai Sang Pencipta.
4. Belas
Kasih
Belas
kasih adalah kebajikan di mana kapasitas emosional empati dan simpati untuk
penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan
landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi
prinsi-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .
Dalam surat Al –Qolam ayat 4,” maka manusia menaruh
belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan adalah perbuatan orang
yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat dipujikan oleh Allah SWT.”
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah
orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan.
Masalahnya sanggupkah ia mengggugah potensi belas kasihannya itu. Bila orang
itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWT.
Ada aspek belas kasih yang menganggap dimensi
kuantitatif, seperti individu belas kasih yang sering diberi
milik kedalaman,kekuatan atau gairah . Lebih kuat dari empati ,
merasakan umumnya menimbulkan aktif keinginan untuk meringankan penderitaan
orang lain.. Hal ini sering, meskipun tidak pasti, komponen kunci dalam apa
yang memanifestasikan dalam konteks sosial .Dalam etika istilah, berbagai
ungkapan bawah usia yang disebut Golden Rule mewujudkan oleh implikasi prinsip
kasih sayang: untuk orang lain apa yang Anda ingin mereka lakukan untuk Anda.
5. Cinta
Erotis
Cinta erotis adalah cinta yang cenderung mengarah
kepada cinta sepasang insane berlainan jenis. Pada hakikatnya cinta kasih
tersebut bersifat eksklusif, bukan universal, dan juga barangkali merupakan
bentuk cinta kasih yang paling tidak dapat dipercaya.
Cinta
erotis cinta itu mempunya arti “cinta yang primitif” , cinta diartikan sebagai
aktivitas berhubungan badan. Daya tarik atau pemikat antara dua jenis manusia
di tingkatan cinta erotis hanya diukur dari sifat badaniah yang (sangat)
aksiden. Parameter cinta erotis diukur dari kepuasan biologis. Cinta jenis ini
kerap terjadi pada usia remaja, dimana pada masa ini remaja sedang mengalami
masa pubertas. Sehingga pada masa transisi ini rasa ingin tahunya terhadap
lawan jenisnya cukup besar. Cinta ini membutuhkan kontrol secara menyeluruh,
agar mereka yang mengalaminya tidak terjatuh ke dalam hal-hal yang melanggar
norma.
Cinta kasih mereka sebenarnya merupakan egoism dua
orang , mereka adalah dua orang yang saling menemukan kesamaan. Cinta kasih erotis
mengeksklusifkan cinta kasih terhadap orang lain hanyalah dalam segi-segi fusi
erotis dan keitsertaan dengan semua aspek kehidupan orang-orang lain, tapi
bukan dalam arti cinta kasih yang mendalam.
Cinta kasih erotis apabila ia benar-benar cinta kasih,
mempunyai satu pendirian, yaitu bahwa seseorag sungguh-sungguh mencintai dan
mengasihi dengan jiwanya yang sedalam dalamnya. Hal ini memang merupakan dasar
gagasan bahwa suatu pernikahan tradisional, yang kedua mempelainya tidak pernah
meiliki jodohnya sendiri. Dalam kebudayaan barat/zaman sekarang, gagasan itu
ternyata tidak dapat diterima sama sekali. Ada pula orang yang memandang bahwa
factor yang penting di dalam cinta kasih erotis itu adalah keinginan.
Dengan demikian maka, baik pandangan bahwa cinta kasih
erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih
erotis itu tidak lain daripada perbuatan kemauan. Oleh karena itu, gagasan
bahwa hubungan pernikahan mudah saja dapat diputuskan apabila orang tidak
bersukses didalamnya, merupakan gagasan bahwa hubungan semacam itu, didalam
keadaan bagaimanapun, tidak boleh diputuskan.
Referensi Penulis:
- https://www.kompasiana.com/ruangtempur/5519e162a33311c81cb65922/antara-sejarah-dan-sastra-akankah-tumpah-tindih
- https://hakkajiten.wordpress.com/index/ilmu-budaya-dasar/kepribadian-bangsa-timur/
Referensi Penulis:
- https://www.kompasiana.com/ruangtempur/5519e162a33311c81cb65922/antara-sejarah-dan-sastra-akankah-tumpah-tindih
- https://hakkajiten.wordpress.com/index/ilmu-budaya-dasar/kepribadian-bangsa-timur/
- https://nie07independent.wordpress.com/hakikat-manusia/
- https://rendyaprian21.wordpress.com/2015/04/14/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-ilmu-budaya-dasar/
- https://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
- https://www.google.com/search?q=kebudayaan+adalah&oq=kebudayaan+adalah&aqs=chrome..69i57j0l5.4050j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8
- https://rendyaprian21.wordpress.com/2015/04/14/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-ilmu-budaya-dasar/
- https://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
- https://www.google.com/search?q=kebudayaan+adalah&oq=kebudayaan+adalah&aqs=chrome..69i57j0l5.4050j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar